Last Posts

  • Korban Kebakaran Bus Dapat Pakaian dan Santunan

    Info Haji Terkini–Kementerian Agama (Kemenag) melalui perwakilan Daerah Kerja Mekkah telah membelikan pakaian untuk calon jemaah haji (calhaj) Indonesia, karena koper yang berisi pakaian mereka terbakar dalam peristiwa kebakaran yang menimpa bis yang membawa mereka dari Madinah menuju Mekkah.

    Info Haji Terkini“Kami telah membelikan pakaian untuk mereka (calhaj),” kata Direktur Pelayanan Haji dan Umrah Kemenag Ny. Sri Ilham Lubis dalam pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, Selasa sore.

    Ia mengatakan mereka juga mendapat uang kerahiman sebesar 1.000 riyal, atau Rp2,5 juta (asumsi kurs 1 riyal sama dengan Rp2.500,-) untuk 47 calhaj rombongan kelima sudah diberikan Syarikah Ummul Qura sesaat calhaj sampai di pemondokan.

    Diberitakan sebelumnya, bis yang mengangkut calhaj Indonesia dari Madinah ke Makkah terbakar di 20 kilometer sebelum cek poin Jumum, Senin (8/10) sekitar pukul 16:30 waktu Arab Saudi, atau 20:30 WIB. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, tapi koper mereka yang ditempatkan di atas bis terbakar habis. Mereka adalah berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) 13 Embarkasi Makassar.

    continue reading
  • Info Haji Terkini: Bus Jamaah Calon Haji Terbakar

    Info Haji – Kabar Jamaah Haji Terbaru. Bus yang mengangkut jamaah calon haji Indonesia dari Madinah ke Makkah terbakar di 25 kilometer sebelum cek poin Jumum, Senin (8/10/2012) sekitar pukul 16.30 waktu Arab Saudi.

    “Tak ada korban jiwa dan luka akibat peristiwa itu,’’ kata Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat. Bus tersebut mengangkut 47 jamaah calon haji rombongan 5 kloter 13 embarkasi Ujungpandang.

    Bus Jamaah Haji Indonesia Terbakar, Seluruh Koper dan Uang Pun Hangus

    Peristiwa terbakarnya bus itu menghanguskan seluruh koper calon jamaah haji yang disimpan di atap bus. Tak ada korban jiwa dan luka akibat peristiwa itu.

    info haji Bus Terbakar”Tas tentangan saya habis terbakar, uang saya Rp 13 juta habis semua,” ujar Ramlah Nurung, jamaah calon haji dari Gowa, Sulawesi Selatan. Paspor 47 jamaah calon haji asal Gowa itu, sempat dikabarkan hangus dalam insiden itu.

    Namun, Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat, memastikan bahwa seluruh paspor jamaah berhasil diselamatkan oleh sopir bus Ummul Qura. ”Berdasarkan laporan dari Muasasah Asia Tenggara, seluruh paspor aman. Sopir langsung menyelamatkan paspor dan mengevakuasi penumpang untuk keluar dari bus,” tutur Arsyad.

    Seperti diberitakan Republika Online, Bus yang terbakar itu mengangkut 47 jamaah calon haji rombongan 5 kloter 13 embarkasi Ujungpandang. Begitu bus terbakar, jamaah haji langsung keluar menyelamatkan diri, semua selamat tak ada yang terluka. Rombongan calon jamaah haji itu langsung dievakuasi ke pemondokan di Sektor VIII.

    Kebakaran bermula dari bagian belakang bus. Ketika bus menepi, api sudah berkobar dari bagian belakang. Penyebab terbakarnya bus diduga akibat hubungan arus pendek atau korsleting.”Kepolisian Arab Saudi sedang menyelidiki peristiwa ini. Dugaan sementara terjadi akibat hubungan arus pendek,” ujar Kepala Seksi Pengamanan Daerah Kerja Makkah, Letkol Jaetul Muchlis Basyir, Senin (8/10) malam.

    Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat, mendesak perusahaan bus Umul Quro membayar ganti rugi kepada jamaah. Sebab, peristiwa terbakarnya bus tersebut telah menghanguskan seluruh koper dan tas jamaah yang disimpan di atap bus.

    ‘’Kami akan menuntut ganti rugi, karena jamaah telah kehilangan koper dan tas mereka,’’ ujar Arsyad.  Menurutnya, jamaah calon haji Indonesia yang tas dan kopernya hangus harus mendapat ganti rugi dari pihak perusahaan bus.

    Perusahaan bus Ummul Qura akhirnya memberi santunan sebesar 1.000 riyal untuk 47 jamaah yang berada di bus itu. Uang santunan itu, hanya sekadar uang kaget.

    Pihaknya mendesak agar Ummul Qura mengganti seluruh kerugian yang diderita jamaah.”Muasasah langsung menyampaikan laporan kepada Kementerian Haji Arab Saudi. Pihak Kementerian Haji memerintahkan Ummul Qura untuk memberi uang santunan,” ujar Arsyad.

     

    Hingga hari Senin (08/10/2012) jamaah Indonesia yang wafat di Tanah Suci  mencapai 22 orang

    Sementara itu, tiga jamaah calon haji dilaporkan wafat di Tanah Suci Makkah, Senin (08/10/2012) sore. Dengan demikian, hingga saat ini, seluruhnya jamaah yang wafat di tanah suci menjadi 22 orang.

    Ketiga jamaah yang wafat itu adalah Umuri bin Laheri (58) dari kloter 5 embarkasi Ujungpandang. Umuri wafat saat dirawat di RS Makkah karena gangguan sistem sirkulasi.

    Jamaah asal kloter 2 Banda Aceh, Syarifuddin bin Juned (59) juga dilaporkan wafat saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah, akibat infeksi dan parasit.

    Jamaah ketiga yang wafat di Tanah Suci Makkah adalah M Chofiqi bin Imam Mochtar (58 tahun) jamaah calon haji asal Klaten dari Kloter 11 embarkasi Solo wafat di Masjidil Haram setelah menunaikan ibadah umrah, pukul 23.30, Ahad (07/10/2012) waktu Arab Saudi.

    ”Jamaah haji asal Klaten itu diduga kelelahan, karena telah menunaikan empat kali ibadah umrah berturut-turut,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah, dr Muh Ilyas Ambo Tuwo, SpPD, kepada wartawan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).

    Anda baru saja membaca “Info Haji Terkini: Bus Jamaah Calon Haji Terbakar”. Terima kasih telah berkunjung.

    continue reading
  • Wanita Wajib Menutup Rambut – Fatwa Yusuf Qardhawi

    Fatwa dan pendapat Dr. Yusuf Al-Qardhawi selalu ditunggu oleh banyak orang. Beliau adalah seorang ulama yang mendalam keilmuannya dan merupakan intelektual muslim terkemuka di dunia yang berasal dari Mesir. Nama lengkap beliau adalah Yusuf bin Abdullah bin Ali bin Yusuf. Sedangkan al-Qardhawi (sebagian menulisnya dengan Qaradhawi) adalah sebutan keluarga mengacu pada sebuah kota, yakni al-Qardhah. Pemikiran beliau banyak diwarnai oleh cendekiawan muslim Hasan Al Banna.

    Berikut adalah pandangan Yusuf Qardhawi tentang rambut wanita:

    Telah menjadi suatu ijmak bagi kaum Muslimin di semua negara dan di setiap masa pada semua golongan fukaha, ulama, ahli-ahli hadis dan ahli tasawuf, bahwa rambut wanita itu termasuk perhiasan yang wajib ditutup, tidak boleh dibuka di hadapan orang yang bukan muhrimnya.

    Adapun sanad dan dalil dari ijmak tersebut ialah ayat Alquran, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…” (QS. An-Nuur: 31).

    yusuf qardhawi

    Dr. Yusuf al-Qaradhawi

    Maka, berdasarkan ayat di atas, Allah SWT telah melarang bagi wanita Mukminat untuk memperlihatkan perhiasannya. Kecuali yang lahir (biasa tampak). Di antara para ulama, baik dahulu maupun sekarang, tidak ada yang mengatakan bahwa rambut wanita itu termasuk hal-hal yang lahir.

    Bahkan, ulama-ulama yang berpandangan luas, menggolongkan hal itu sebagai perhiasan yang tidak tampak. Dalam tafsirnya, Al-Qurthubi mengatakan, Allah SWT telah melarang kepada kaum wanita, agar dia tidak menampakkan perhiasannya (keindahannya), kecuali kepada orang-orang tertentu; atau perhiasan yang biasa tampak.

    Ibnu Mas’ud berkata, “Perhiasan yang lahir (biasa tampak) ialah pakaian.” Ditambahkan oleh Ibnu Jubair, “Wajah.” Ditambahkan pula oleh Sa’id Ibnu Jubair dan Al-Auzai, “Wajah, kedua tangan dan pakaian.”

    Ibnu Abbas, Qatadah dan Al-Masuri Ibnu Makhramah berkata, “Perhiasan (keindahan) yang lahir itu ialah celak, perhiasan dan cincin termasuk dibolehkan (mubah).”

    Ibnu Atiyah berkata, “Yang jelas bagi saya ialah yang sesuai dengan arti ayat tersebut, bahwa wanita diperintahkan untuk tidak menampakkan dirinya dalam keadaan berhias yang indah dan supaya berusaha menutupi hal itu. Perkecualian pada bagian-bagian yang kiranya berat untuk menutupinya, karena darurat dan sukar, misalnya wajah dan tangan.”
    Berkata Al-Qurthubi, “Pandangan Ibnu Atiyah tersebut baik sekali, karena biasanya wajah dan kedua tangan itu tampak di waktu biasa dan ketika melakukan amal ibadah, misalnya shalat, ibadah haji dan sebagainya.”

    Hal yang demikian ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah RA bahwa ketika Asma’ binti Abu Bakar RA bertemu dengan Rasulullah SAW, ketika itu Asma’ sedang mengenakan pakaian tipis.

    Lalu Rasulullah SAW memalingkan muka seraya bersabda, “Wahai Asma’, sesungguhnya jika seorang wanita sudah sampai masa haid, maka tidak layak lagi bagi dirinya menampakkannya, kecuali ini…” (beliau mengisyaratkan pada muka dan tangannya).

    Dengan demikian, sabda Rasulullah SAW itu menunjukkan bahwa rambut wanita tidak termasuk perhiasan yang boleh ditampakkan, kecuali wajah dan tangan.

    Allah SWTtelah memerintahkan bagi kaum wanita Mukmin, dalam ayat di atas, untuk menutup tempat-tempat yang biasanya terbuka di bagian dada. Arti Al-Khimar itu ialah “kain untuk menutup kepala”, sebagaimana surban bagi laki-laki, sebagaimana keterangan para ulama dan ahli tafsir. Hal ini (hadis yang menganjurkan menutup kepala) tidak terdapat pada hadis manapun.

    Al-Qurthubi berkata, “Sebab turunnya ayat tersebut ialah bahwa pada masa itu kaum wanita jika menutup kepala dengan khamirah (kerudung), maka kerudung itu ditarik ke belakang, sehingga dada, leher dan telinganya tidak tertutup. Maka, Allah SWT memerintahkan untuk menutup bagian mukanya, yaitu dada dan lainnya.”

    Dalam riwayat Al-Bukhari, bahwa Aisyah RA berkata, “Mudah-mudahan wanita yang berhijrah itu dirahmati Allah.”

    Ketika turun ayat tersebut, mereka segera merobek pakaiannya untuk menutupi apa yang terbuka. Ketika Aisyah didatangi oleh Hafshah dengan memakai kerudung (khamirah) yang tipis di bagian lehernya, Aisyah berkata, “Ini amat tipis, tidak dapat menutupinya.”

    Dengan demikian jelaslah bahwa menutup rambut bagi wanita hukumnya wajib. Di sini, tidak dibahas mengenai hukum memakai jilbab. Namun, dapat disimpulkan bahwa berjilbab sebagai upaya menutup rambut adalah wajib hukumnya. Meski demikian, menutup rambut tidak harus dengan jilbab, melainkan bisa dengan kain biasa. Yang penting bisa menutup seluruh rambut dari pandangan umum.

    continue reading
  • Alhamdulillah dan Terima Kasih

    Alhamdulillah, kami telah menerima permintaan download Anda akan ebook Haji dan Umrah Seperti Rasulullah Saw.

    Silakan cek inbox email (juga folder SPAM, siapa tahu nyasar ke sana). Kami baru saja mengirimkan link download ebook tersebut dan insya Allah akan sampai dalam beberapa saat.

    Terima kasih telah berkunjung ke situs ini.

     
    ebook haji dan umrah seperti rasulullah

    Kepada ikhwan/akhwat lain yang ingin mendapatkan ebook gratis Haji dan Umrah Seperti Rasulullah Saw. dimohon mengisi nama dan email di kotak form di sidebar kanan situs ini. Jazakumullah….

    continue reading
  • Meneladani Kisah Haji Ustadz Yusuf Manshur

    ustadz yusuf manshur

    Ustadz Yusuf Manshur

    Siapa umat Islam di negeri ini yang tak mengenal Ust Yusuf Manshur? Saya yakin, semua sudah pada tahu, minimal pernah melihat Pendiri Daarul Qur’an Internasional School ini di TV. Ajaran paling melekat pada diri ustadz yang satu ini adalah pelajaran SEDEKAH. Kisah di bawah ini semoga makin mendekatkan diri kita kepada-Nya. Amin….

    Ustadz Yusuf Mansur, mengaku pernah lupa bahwa manusia tak boleh memastikan sesuatu yang belum terjadi. Yusuf berkisah, pada 1990 lalu, ia yakin dan telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunaikan ibadah haji.

    Namun, menjelang hari pemberangkatan ia memliliki masalah sehingga batal ke Tanah Haram. Begitu pula pada tahun 2003. Saat itu, Yusuf kembali memiliki segala persiapan untuk berangkat ke Arab Saudi. Namun karena terganjal masalah keluarga, lagi-lagi ia batal untuk menunaikan ibadah haji.

    ”Astaghfirullah. Saya pernah lupa sudah merasa yakin dan memastikan hal yang belum terjadi. La haula wala quwwata illa billah,” ujarnya.

    Tahun 2005, media massa kerap menggunakan gelar haji yang melekat pada dirinya. ”Padahal waktu itu saya belum berhaji. Alhamdulillah, itu saya anggap sebuah doa,” ujarnya. Ia pun sengaja tidak mengklarifikasi masalah itu karena gelar haji memotivasinya untuk terus memohon agar Allah mengijzinkannya berhaji.

    Setahun kemudian, sebuah travel terkemuka menawarkan dirinya untuk menunaikan ibadah haji secara gratis. Ia pun diamanahkan untuk menjadi pimpinan rombongan. Ia sempat menolak lantaran belum pernah menunaikan haji. Namun pihak travel terus mendesak ustadz yang pernah keranjingan balap motor ini.

    Akhirnya, ia pun setuju dan iklan pun dipajang untuk mengajak masyarakat berangkat haji bersamanya. Pendaftaran para calon jamaah haji pun mengalir. Antusias masyarakat yang ingin pergi bersamanya begitu tinggi.

    Tapi Allah masih berkehendak lain. Menjelang pemberangkatan, pihak travel membatalkan dengan alasan jika belum berhaji tidak diizinkan memimpin rombongan. Akhirnya, pihak travel menawarkan dirinya menjadi jamaah lebih dulu, dan tahun berikutnya menjadi pemimpin rombongan.

    Tapi tawaran tersebut tak lagi gratis namun mendapat diskon hampir setengah harga. Pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini mengaku sempat menangis. Bukan karena biaya gratis yang dibatalkan. Ia khawatir merasa membohongi masyarakat dan membuat kecewa banyak calon jamaah.

    Namun, ia lebih sedih lantaran Allah tak jua memanggilnya untuk ke Tanah Suci. Ayah empat putra tersebut hampir saja khilaf dan memarahi pimpinan travel. Tapi ia terus bersabar dan bertawakal. Penggarap juga pemain film Kun Fa Yakun ini sempat pesimis dirinya takkan pernah berhaji. Yusuf sempat trauma membicarakan masalah haji, tapi kemudian bangkit lagi. Ia kemudian menyerahkan keinginan mulianya kepada Sang Khalik.

    Di tengah kondisi yang kurang mengenakkan, tiba-tiba seorang sahabatnya dari luar kota datang dan hendak meminjam uang sebesar Rp 40 juta. Uang tersebut akan digunakan sahabatnya memberangkatkan saudaranya ke Tanah Suci. Karibnya itu memberi jaminan sebuah mobil tua yang kalau dijual harga tertingginya sekitar Rp 30 juta.

    ”Subhanallah walhamdulillah, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi,” ujarnya. Dengan kesabaran dan keikhlasan, ia pun memberikan uang tersebut kepada kawannya. Sedangkan mobil tua itu ia biarkan saja.

    Yusuf sempat bertanya pada Allah tentang hikmah apa yang ada di balik semua ujian kegagalannya berhaji. Setelah pendaftaran haji 2006 ditutup, ia pun pasrah. Tapi di luar dugaan, ia bertemu dengan seorang Habib keturunan Arab yang mengajaknya makan siang.

    Di akhir pertemuannya, sang Habib menanyakan kapan berangkat haji. ”Saya cuma katakan, tidak jadi berangkat. Tidak punya uang,” ujar Yusuf.

    Allah kemudian menunjukkan Kuasa-Nya. Di saat pendaftaran haji sudah tutup, ia bersama istrinya justru berangkat ke Tanah Haram. Yusuf pun semakin sadar apa yang ada dalam persepsi manusia tidak sepenuhnya benar. Ia pun semakin merasakan kehebatan sedekah yang luar biasa. ”Allah memiliki skenario terbaik,” tuturnya.

    continue reading
  • Sate Bekicot (Siput): Halal atau Haram?

    Setelah melakukan eksplorasi yang komprehensif, dan kajian yang mendalam terhadap Qaul (pendapat) dari Jumhur Ulama (para ulama, mayoritas imam Madzhab terkemuka) Komisi Fatwa (KF) MUI menetapkan fatwa tentang bekicot pada Sidang KF yang baru lalu di Jakarta. Dalam hal ini ada dua ketetapan. Pertama, “Bekicot itu haram untuk dikonsumsi secara umum, “ ujar Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof.Dr.H. Hasanuddin AF, MA.

    Menurut Qaul dari Jumhur Ulama, jelasnya lagi, bekicot itu termasuk kategori Hasyarot, dan hasyarot itu haram untuk dikonsumsi. “Kami di MUI mengambil pendapat ini. Walaupun memang ada sebagian kecil Ulama Salaf yang berpendapat lain,” tambahnya.

    bekicot siput

    Bekicot (siput)

    Maka kami mengingatkan umat agar memahami fatwa ini. Karena di sebagian masyarakat ada yang mengolah bekicot menjadi menu konsumsi, seperti sate bekicot. Termasuk juga menu Escargot, yang terkenal di Eropa. Haram bagi umat Islam untuk mengkonsumsinya. Demikian ditandaskan oleh Ketua KF MUI ini.

    Memang, kini di Eropa, utamanya, bekicot sering digunakan sebagai bahan baku makanan yang disebut Escargot. Menu Escargot semula menggunakan bahan baku Helix pomatia (jenis siput yang dapat dimakan dari daratan Eropa). Karena Helix pomatia lama kelamaan sulit diperoleh, maka bekicot jenis Achatina fulica yang relatif lebih mudah dikembang-biakkan, menggantikannya sebagai bahan baku Escargot.

    Boleh Intifa’

    Ketetapan kedua, berkenaan dengan intifa’ (pemanfaatan) bekicot untuk penggunaan luar. Dalam Sidang KF MUI yang lalu itu juga ditetapkan, Intifa’ atau pemanfaatan bekicot untuk penggunaan di luar tubuh diperbolehkan. Seperti untuk kosmetika luar. Termasuk juga penggunaan untuk obat kalau memang betul-betul diperlukan berdasarkan hasil penelitian medis kedokteran. Dalam hal ini berlaku kaidah Haajiyat, yakni kebutuhan yang memang sangat diperlukan untuk pengobatan, selama belum ada alternatif bahan penggantinya.

    Pemanfaatan itu seperti pada kulit bangkai. Pada dasarnya, bangkai itu haram dikonsumsi. Seperti bangkai kambing atau bangkai sapi. Tapi kalau disamak, kulitnya menjadi suci dan boleh dimanfaatkan, misalnya untuk alas kaki, sepatu dan peralatan lainnya. Jadi dari sini memang dapat dipahami, bahwa tidak semua yang haram itu bersifat najis. Demikian Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menambahkan penjelasannya.

    Namun hukumnya tetap, kulit dari bangkai yang telah disamak itu tidak boleh untuk dikonsumsi. “jadi, memang ada perbedaan fatwa tentang bekicot ini, dalam hal pemanfaatan dengan untuk dikonsumsi,” tandasnya. (Usm/halalmui).

     

    Sumber: (http://www.dakwatuna.com/2012/05/20427/komisi-fatwa-mui-bekicot-haram-dikonsumsi-tapi-boleh-untuk-penggunaan-luar/#ixzz1ufpSfAfv)
    =======================
    continue reading
  • HAJI IFRAD

    TATA URUTAN KEGIATAN HAJI IFRAD BAGI JAMAAH HAJI INDONESIA

    PENGERTIAN HAJI IFRAD

    Haji Ifrad adalah mendahulukan pelaksanaan ibadah haji baru kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ibadah umrah. Jadi, dalam prakteknya, haji ifrad merupakan kebalikan dari haji tamattu’ meskipun keduanya sama-sama dikenal sebagai usaha memisahkan antara ibadah haji dan ibadah umrah. Dalam pelaksanaannya, waktu memakai ihram dari miqad dengan niat haji saja, kemudian tetap dalam keadaan ihram sampai selesai haji (hari raya kurban). Setelah selesai melaksanakan ibadah haji baru dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah umrah. Yang melaksanakan haji ifrad tidak diharuskan membayar dam.

    haji ifradMenurut Syafi’I dan Maliki, haji ifrad adalah model manasik paling afdhal karena dengan manasik ini tidak membayar dam. Dan keharusan membayar dam ada dan terjadi dalam rangka denda untuk menyulam kekurangan yang terjadi. Sebagaimana haji Rasulullah saw, menurut kedua madzhab itu adalah termasuk haji ifrad.

    Bagi jamaah Haji yang berangkat pada gelombang II, yang kedatangannya sudah mendekati waktu pelaksanaan Haji, maka sebaiknya melaksanakan Haji Ifrad, yaitu mendahulukan Haji baru kemudian melakukan Umrah.

    1. Ihram Haji di Miqat ( Bandara King Abdul Aziz )
    2. Thawaf Qudum
    3. Sa’i ( bagi jamaah Haji yang sudah melakukan sa’i setelah thawaf qudum di atas maka setelah thawaf ifadloh tidak wajib sa’i lagi )
    4. Tanggal 9 Dzulhijjah Wukuf di Arafah
    5. Malam tanggal 10 Dzulhijjah Mabit di Muzdalifah
    6. Tanggal 10 Dzulhijjah mulai pertengahan malam melempar Jumrah Aqobah
    7. Tahallul Awal
    8. Thawaf Ifadloh lalu tahallul tsani
    9. Mabit di Mina pada tanggal 11,12 dan atau 13 Dzulhijjah
    10. Melempar ketiga Jumrah : Ula, Wustho dan Aqobah pada tanggal 11,12 dan atau 13 Dzulhijjah setelah matahari condong ke barat
    11. Kembali ke Makkah Al – Mukaromah pada tanggal 12 Dzul Hijjah bagi yang nafar awal, bagi yang tsani pada tanggal 13 Dzulhijjah.

    Setelah itu baru kemudian melakukan Umrah wajib. Adapun tata urutan dan lain – lainya sama seperti umrah wajib pada pelajaran tentang Haji Tamattu’‘ di bagian lain dari blog ini.

    continue reading
  • HAJI TAMATTU’

    TATA URUTAN KEGIATAN HAJI TAMATU’ BAGI JAMAAH HAJI INDONESIA

     

    PENGERTIAN HAJI TAMATTU’

    Pengertian Haji Tamattu’ adalah melaksanakan Umrah dulu, kemudian baru melaksanakan Haji. Bagi jamaah Haji Indonesia gelombang pertama menuju ke Madinah dulu untuk melaksanakan ziarah dan Sholat arba’in. Setelah itu baru ke Makkah untuk melaksanakan Umrah lalu Haji. Adapun gelombang II, Jamaah langsung menuju Makkah     Al – Mukaromah. Baru setelah selesai Haji dan Umrah kemudian, melaksanakan ziarah dan Shalat Arba’in di Madinah.

     

    BAGIAN PERTAMA : UMRAH

    I.       Kegiatan  di Miqat

    Bagi gelombang I Miqatnya di Bir Ali / Dzul Hulaifah

    Sedangkan Gelombang II Miqatnya di bandara King Abdul Aziz.

     

    1. Ihram Umrah

    1. Bersuci / mandi, berwudlu, bercukur, menyisir rambut, memakai wangi – wangian.
    2. Memakai pakian Ihram.
    3. Shalat sunat Ihram 2 rakaat. Caranya setelah membaca surat Al – Fatihah rokaat pertama membaca surat Al – Kafirun, sedangkan setelah Surat Al – Fatihah rokaat ke dua mambaca surat Al – Ikhlas.
    4. Membaca do’a Ihram.
    5. Melafalkan niat Umrah
    6. Membaca Talbiyah, Sholawat dan Do’a

     

    2. Menuju Makkah Al Mukaromah.

    Naik bis bersama rombongan masing – masing, berangkat menuju Makkah dengan memperbanyak bacaan talbiyah, yang setiap 3 kali ditambah dengan Sholawat dan do’a.

     

    II.      Kegiatan di Makkah Al – Mukarramah.

    1. Sampai di Makkah

    1. Ketika memasuki tanah Haram Makkah Al-Mukaramah membaca do’a
    2. Setelah meletakkan barang – barang dipondokan / hotel lalu membersihkan badan serta mempersiapkan diri, menuju Masjidil Haram.
    3. Masuk Masjidil Haram, disunnahkan lewat Babus Salam, dengan berdo’a.
    4. Berdo’a ketika melihat Ka’bah.

     

    2. Thawaf Umrah

    1. Memulai Thawaf di garis coklat sambil melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad dan kemudian mengecup telapak tangan (dilakukan setiap awal putaran) dengan membaca do’a.
    2. Melakukan Thawaf sebanyak 7 kali putaran, diawali dan diakhiri di garis coklat, langkah awal selalu kaki kanan.
    3. Membaca do’a – do’a ma’tsur pada tempat – tempat tertentu antara lain :
      1. Ketika di depan pintu Ka’bah.
      2. Ketika melintas Maqom Ibrahim
      3. Ketika lari – lari kecil pada 3 putaran pertama.
      4. Ketika melintasi Rukun Iroqi, talang emas (mizab) dan Rukun Syami.
      5. Ketika melintas sudut / rukun yang yamani, isyarat dengan melambaikan tangan tanpa dikecup.
      6. Ketika melintas antara sudut / rukun Yamani sampai Hajar Aswad.
      7. Membaca do’a apa saja yang di kehendaki atau membaca Tasbih.
      8. Setelah selesai Thawaf 7 kali putaran, menuju ke Multazam ( kalau bisa ) untuk berdo’a, dengan do’a apa saja, untuk kebaikan di dunia dan Akhirat, bagi diri sendiri, keluarga serta orang lain.
      9. Shalat sunnah Thawaf 2 rokaat di belakang Maqam Ibrahim, kemudian berdo’a dengan do’a – do’a yang dikehendaki.
      10. Kemudian Shalat di dalam HIJR ISMAIL        ( kalau bisa ), shalat sunnah mutlak dan berdo’a.
      11. Menuju sumur Zam – zam, meminum air Zam – zam dengan menghadap kiblat sambil berdo’a.

    Setelah semua rangkaian kegiatan Thawaf tersebut dilaksanakan, kemudian menuju mas’a (tempat Sa’i) untuk melakukan Sa’i.

     

    3.   Sa’i Antara Bukit Shafa dan Marwah

    - Sa’i dilaksanakan 7 kali perjalanan antaraShafa dan Marwah.

    - Perjalanan dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah.

    - Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali perjalanan dan dari Marwah keShafa juga dihitung satu kali.

     

    Adapun urut – urutannya adalah sebagai berikut :

    • Menuju BukitShafa.
    • Di bukitShafa menghadap Ka’bah sambil  berdo’a untuk memulai sa’i.
    • Kemudian turun menuju Marwah sambil berdo’a yang dikehendaki
    • Ketika melintas antara pilar hijau, baik ketika menuju Marwah ataupunShafa disunnahkan berlari – lari kecil bagi laki – laki sambil berdo’a.
    • Setelah mendekati Marwah ataupunShafa membaca do’a
    • Setelah selesai Sa’i 7 perjalanan dan masih berada di atas bukit Marwah, membaca do’a yang dikehendaki dengan menghadap Ka’bah.

    4. Tahallul

    Setelah selesai membaca do’a-do’a Sa’i kemudian melakukan Tahallul dengan memotong minimal tiga ( 3 ) helai rambut. Dengan Tahallul ini maka rangkaian Ibadah Umrah sudah selesai.

    Perlu diketahui bahwa Umrah wajib atau Umrah sunnah kegiatan dan urutannya sama, namun Jamaah Haji Indonesia yang sedang berada di Tanah suci  Makkah ketika akan melaksanakan Ihram Umrah Miqatnya ada beberapa tempat yaitu: Ji’ronah, Tan’im dan Hudaibiyah.

     

    5. Menunggu Pelaksanaan Haji

    Sambil menunggu mulainya pelaksanaan Haji tanggal 9 Dzul Hijjah (Wuquf di Arafah), maka waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan Ibadah – ibadah sunnah terutama ibadah yang tidak bisa dilakukan di Indonesia, antara lain :

    1. Umrah Sunnah
    2. Thawaf Sunnah
    3. Jamaah Shalat Maktubah (Shalat Wajib) di Masjidil Haram
    4. I’tikaf, Shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir dan berdo’a di Masjidil Haram
    5. Menjaga diri dari perkara yang melanggar agama dan etika.
    6. Di samping hal – hal tersebut diatas jangan lupa menjaga kesehatan badan.

     

    BAGIAN KEDUA : HAJI

    I. DI Makkah Al – Mukaromah pada tanggal 8 Dzulhijjah

    1. Mempersipakan diri dan bawaan (pakaian & alat ibadah) yang akan diperlukan selama berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina yaitu pada tanggal 9,10,11,12 dan atau 13 Dzul Hijjah.
    2. Selanjutnya:
      1. Bersuci (mandi dan wudlu)
      2. Berpakaian Ihram
      3. Shalat sunnah Ihram 2 rakaat yang setelah bacaan surat Al-fatihah reka’at pertama membaca Surat Al – Kafirun dan reka’at kedua, setelah membaca Surat Al – Fatihah membaca surat Al – Ikhlas.
      4. Membaca do’a Ihram
      5. Melafadzkan niat Haji dengan lisan
      6. Membaca Talbiyah, Sholawat dan Do’a
      7. Berangkat ke Arafah dengan selalu membaca Talbiyah, dan setiap 3 kali ditambah Sholawat dan do’a

     

    II. Di Arafah tanggal 9 Dzulhijjah

    • Pada malam tanggal 9 Dzul Hijjah sampai tiba waktu Wukuf, dapat dipergunakan untuk melakukan ibadah – ibadah sunnah, antara lain :
    1. Membaca Al – Qur’an, Dzikir, Shalat sunnah, terutama Shalat Tahajud, membaca Sholawat dan bacaan – bacaan sunnah lainnya.
    2. Shalat jamaah di tenda besar yang digunakan sebagai Mushola.
    3. Mandi sunnah wukuf menjelang zawal.

     

    • Pelaksanaan Wukuf.

     

    1. Setelah matahari condong ke arah barat maka waktu wukuf telah tiba, kemudian bersama – sama masuk tenda besar untuk melaksanakan Shalat dhuhur secara berjamaah.
    2. Mendengarkan Khutbah.
    3. Mengikuti Dzikir secara bersama – sama (bila diadakan) seperti dalam  buku panduan
    4. Membaca Al-Qur’an seperti surat Al-Ikhlas sebanyak banyaknya dan sebagainya.
    5. Memperbanyak berdo’a untuk diri sendiri, kedua orang tua, anak cucu, Guru – guru serta untuk kaum muslimin dan muslimat.
    6. Wukuf dilakukan hingga matahari terbenam

     

     III. Mabit di Muzdalifah malam tanggal 10 Dzul Hijjah

    1. Diusahakan sampai di Muzdalifah tengah malam
    2. Setelah sampai di Muzdalifah membaca Do’a
    3. Niat Mabit
    4. Mencari kerikil untuk melempar Jumrah
    5. Berangkat menuju Mina sambil membaca Takbir dan Talbiyah

     

    IV. Di Mina tanggal 10 Dzul Hijjah

    1. Setelah sampai di Mina membaca Do’a
    2. Meletakkan  barang – barang di kemah yaitu di Harotul Lisan (tepatnya disebelah terowongan Mu’aisim )
    3. Istirahat, bersuci ( mandi dan wudlu kalau bisa ), lalu siap – siap melempar Jumrah Aqobah dengan batu yang diambil dari Muzdalifah
    4. Berangkat melempar Jumrah Aqobah, dalam perjalanan sambil membaca Takbir dan Talbiyah
    5. Melakukan pelemparan khusus Jumrah Aqobah sebanyak 7 kali lemparan
    6. Setelah mulai melempar Jumrah Aqobah 7 kali tidak disunnahkan membaca Takbir dan Talbiyah, kecuali takbiran setelah Shalat Fardlu. Serta tidak usah berdo’a di dekat Aqobah pada tanggal 10 Dzuli Hijjah
    7. Menuju tempat penyembelihan, untuk melaksanakan penyembelihan dam dan atau Qurban.

     

    V. Tahallul

    1. Setelah melaksanakan penyem-belihan dam serta melempar Jumrah Aqobah, kemudian dapat melakukan Tahallul awal dengan menggunting minimal 3 helai rambut
    2. Setelah Tahallul awal, semua larangan Ihram tidak ada, kecuali nikah atau menikahkan dan menggauli Isteri

     

    VI. Thawaf Ifadah

    1. Thawaf Ifadah ini dapat dilaksanakan segera pada tanggal 10 Dzul Hijjah atau dalam hari – hari tasyrik (11,12,13 Dzul Hijjah ) atau sesudah tanggal tersebut
    2. Setelah melaksanakan Thawaf  Ifadloh dan Sa’i maka berarti sudah berTahallul Tsani, maka larangan nikah menikahkan dan menggauli isteri sudah tidak ada.

     

    VII. Mabit di Mina

    1. Bagi yang Nafar awal wajib Mabit di Mina pada malam tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah
    2. Bagi yang Nafar tsani wajib Mabit di Mina pada malam 11, 12, dan 13 Dzul Hijjah
    3. Jamaah Haji yang pada waktu Maghrib tanggal 13 Dzul Hijjah masih berada di kawasan Mina, harus Nafar Tsani yaitu      (harus Mabit pada malam itu dan melempar tiga Jumrah pada esok harinya )
    4. Bagi Jamaah Haji yang masih belum akan segera pulang ke tanah air sebaiknya melakukan Nafar Tsani

    Catatan : Harotul Lisan, tempat perkemahan jamaah Haji Indonesia masih khilaf hukumnya     (sebagai Mina Jadid atau Bukan). Oleh sebab itu agar terhindar dari bayar dam bisa dilakukan antara lain :

    1. Setiap malam keluar menuju kawasan Mina yang Asli untuk  melaksanakan Mabit
    2. Mengikuti salah satu pendapat ( qoul ) Syafiiyah yang mengatakan bahwa Mabit di Mina hukumnya sunnah
    3. Atau pindah Madzhab Hanafi yang mengatakan bahwa mabit di Mina hukumnya sunnah

     

    VIII. Melempar Jumrah Pada tanggal 11,12,13 Dzul Hijjah

    1. Mandi di perkemahan sebelum melempar Jumrah
    2. Dimulai dari Jumrah Ula kemudian Wustho terakhir Aqobah
    3. Setiap Jumrah dilempar 7 kali dengan yakin masuk lubang Marma
    4. Memulai lemparan pertama dengan membaca :haji tamattu'
    5. Lemparan kedua sampai ketuju diawali dengan membaca :pengertian haji tamattu
    6. Setelah melempar Jumrah Ula dan Wustho disunnahkan membaca do’a. Kemudian do’a tersebut juga dibaca setelah sampai di rumah / kemah
    7. Bagi yang ingin Nafar Awal harus segera meninggalkan kawasan Mina sebelum matahari terbenam. Sedang yang menginginkan Nafar Tsani melempar 3 jumrah sampai dengan tanggal 13 Dzul Hijjah

     

    IX. Kembali ke Makkah Al – Mukarramah

     

    • Thawaf Ifadloh

    Bagi jamaah Haji yang belum melaksanakan thawaf Ifadloh pada tanggal 10 Dzulhijjah, sesampainya di Makkah segera melaksanakan Thawaf Ifadloh. Cara Thawaf Ifadloh sama seperti Thawaf Umrah atau seperti  Thawaf  yang lain.

     

    • Thawaf Wada’

    Bagi Jamaah Haji baik gelombang I ataupun gelombang II yang akan meninggalkan Makkah, baik untuk pulang ke Indonesia atau untuk Ziarah ke Madinah, wajib melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf pamitan). Caranya juga sama seperti thawaf Ifadloh ataupun Thawaf Umrah.

    Setelah selesai berdo’a dan akan keluar dari Masjidil Haram, maka ketika sampai di pintu keluar sebaiknya berpaling menghadap ke ka’bah lalu membaca do’a.

    Sedangkan bagi Jamaah Haji perempuan yang sedang Udzur ( haid, dsb.) cukup berdiri di depan pintu lalu membaca Do’a tersebut.

    Dengan berakhirnya Thawaf Wada’ tersebut maka selesailah sudah rangkaian ibadah Haji Tamattu’.

    haji tamattu'

    ====================

    continue reading
  • Proses Perjalanan Haji dan Umrah

    Proses Perjalanan Haji dan Umrah berikut ini merupakan hasil copas dari Rangkaian Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah yang ditulis oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) MULTAZAM KABUPATEN MADIUN

     

    BAB I

    CALON JAMAAH HAJI DI DAERAH ASAL

     Hal – hal yang perlu dipersiapkan dari rumah

    1.      Menanyakan segala sesuatu yang belum jelas ke Departemen Agama secara langsung atau lewat telepon

    2.      Menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup

    3.      Menyiapkan keperluan sehari – hari seperti : pakaian, baju Ihrom, sandal jepit ( minimal 3 pasang ), kantung sandal, gunting kecil, buku do’a, sabuk (bagi laki-laki), paku cor, palu   (satu regu cukup satu), tempat plastik, cepit jemuran, peniti, kaca mata hitam. Bila masih memungkinkan bawa seprei engkel sarung bantal, penebak kecil, payung lipat warna warni yang menyolok, tas kresek, kantong plastik ukuran 1 Kg.

    4.      Menulis identitas diri pada semua tas, seprti : Nama dan Alamat lengkap, No Telpon, Nomor Paspor dan nomor (kloter, rombongan dan regu).

    5.      Menyediakan uang saku secukupnya.

    6.      Membawa obat-obatan bila mempunyai penyakit tertentu, seperti : minyak kayu putih, obat maag, dan sebagainya.

    7.      Bawa pas foto yang masih ada.

    8.      Syukuran jangan sampai melelahkan saat pemberangkatan jamaah Haji.

    9.      Siapkan betul-betul kebutuhan Haji jangan ada sampai yang tertinggal seperti: Jaket, kamera, peci/songkok, jamu, unag saku dan lain – lain.

     

    Isi koper dan Tas Tentengan

    1.      Isi Koper besar antara lain:

    • Sebagian besar pakaian
    • Bahan makan di Saudi (yang kering-kering )
    • Payung sprei engkel.
    • Kain Ihrom bagi jamaah gelombang I.
    • Sandal – sandal
    • Dan lain-lain yang perlu.

    2.      Isi Tas Tentengan Meliputi.

    • Handuk, sabun, odol, sikat gigi.
    • Sebagian baju.
    • Baju seragam.
    • Surat – surat penting.
    • Kain Ihrom bagi jamaah gelombang II.
    • Sandal (satu stel saja).
    • Obat-obatan.
    • Dan lain-lain yang perlu.

     

    Keberangkatan Ke Asrama Haji Surabaya

    1.      Berangkat menuju Pendopo Kabupaten Madiun sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah ditetapkan.

    2.      Memakai baju/seragam tertentu sesuai yang disepakati.

    3.      Sholat Safar di rumah dan berdo’a.

    4.      Upacara pelepasan dan penjelasan-penjelasan dari instansi yang terkait.

    5.      Naik kendaraan secara berombongan ke Surabaya.

    6.      Jangan lupa membawa SPMA (Surat Pangilan Masuk Asrama) dan bukti setor an ke bank (yang bermaterai)

    7.      Mohon diingat-ingat berapa potong barang bawaan.

     

    BAB II

    DI ASRAMA HAJI EMBARKASI

    SURABAYA

     Kedatangan Calon Jamaah Haji di Asrama Haji Surabaya.

    1.      Calon jamaah Haji menyerahkan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) dan lembar biru pelunasan BPIH dan buku kesehatan secara kolektif.

    2.      Masuk Asrama sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan terima di gedung penerimaan. Jamaah diberi label Asrama Haji label harus selalu dipakai.

    3.      Jmaah diterima petugas diberi nomor kamar dan diperiksa kehamilan.

    4.      Apabila diketahui ada kehamilan, maka akan  dibatalkan pemberangkatannya.

    5.      Barang bawaan tas besar diperiksa Bea Cukai langsung dibawa ke gudang bandara adapun tas kecil masih bisa dibawa ke kamar Asrama (ingatlah bagi jamaah gelombang II kain Ihrom harus dibawa ke kamar Asrama)

    6.      Tas tentengan berisi barang keperluan sehari – hari seperti sabun, handuk, sikat gigi, sandal, pakaian ganti dan sebagainya dibawa ke kamar.

    7.      Calon jamaah Haji langsung mencari gedung atau kamarnya, bisa bertannya kepada yang ada.

    8.      Abat yang diminta dibawa dimintakan surat kepada TKHI agar tidak dirampas di Arab Saudi.

     

    Kegiatan di Asrama Haji Sebelum Diterbangkan Menuju Bandara Juanda Surabaya

    Istirahat di kamar sambil menunggu pengumuman dari Panitia untuk :

    1.   Pemantapan tugas Karu Karom (ketua Regu dan Ketua Rombongan).

    2.   Ketua Regu mengambil gelang bersama ketua Rombongan dan segera dibagi kepada semua jamaah (ketua regu dan ketua rombongan diberi uang jasa oleh Panitia)

    3.   Kalau waktu masih memungkinkan dihimbau untuk mengikuti jamaah Sholat Subuh, Kuliah Subuh dan Praktek Manasik Haji, tapi bila pesawat berangkat pagi maka Sholat Subuh di kamar masing-masing.

     

    Fasilitas yang disediakan di Asramah Haji untuk

    Para calon Jamaah Haji

    1.      Makan gratis 3 kali sehari, pagi (06.00 – 07.00 WIB) : siang ( 12.00 – 13.00 WIB ) malam (18.00 – 19.00 WIB). Jam makan akan diumumkan.

    2.      Penukaran uang real atau dollar pada bank yang membuka counter di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, (sebaiknya tukar Dollar saja)

    3.      Juga disediakan tempat konsultasi Haji bagi para jamaah yang menginginkan penjelasan tentang ibadah Haji

    4.      Diasrama ada kantin makan, tetapi jaga perut agar tidak menganggu pemberangkatan penerbangan.

    5.      Bila perlu alat kebutuhan semisal sisir, odol atau sarung, handuk, makanan tambahan, cukup beli di toko Asrama Haji.

     

    Menjelang Keberangkatan Calon Jamaah Haji ke Bandahara Juanda Surabaya dan diterbangkan menuju king Abdul Aziz Jeddah bagi gelombang II dan ke bandara Madinah bagi gelombang I .

    1.      Empat jam sebelum keberangkatan calon jamaah Haji menuju Bandara Juanda, dianjurkan agar jamaah berkemas – kemas. Barang bawaan jangan sampai ada yang tertinggal. Kemudian jamaah berjalan menuju Aula Bir Ali. Bagi Jamaah gelombang II munkin harus siap kain Ihrom.

    2.      Diteras aula jamaah Haji diminta Label Asramahnya.

    3.      Di Aula bawah tas tentengan dan barang yang lain diletakkan disitu dan diingat – ingat tempatnya. Lalu calon jamaah naik ke Aula Bir Ali (Aula atas) untuk menerima paspor, living cost dan penempelan boarding pass.

    4.      Setelah acara di Aula Bir Ali selesai, Jamaah sudah menerima paspor, living cost dan boarding pass lalu turun ke aula bawah. Jangan lupa menghitung living cost dihadapan panitia atau karu karom, kemudian menyimpang uang tersebut. Di Aula bawah ada pemeriksaan ulang (Ingat jangan bawa minyak gas, bensin dan barang yang mudah terbakar)

    5.      Setelah barang diperiksa ualang terus menuju bus yang telah disediakan setelah naik bus lalu diberangkatkan ke lapangan terbang Juanda.

    6.      Bagi jamaah Haji gelombang II pakaian Ihrom agar dimasukan dalam tas tentengan untuk memudahkan saat ganti pakaian Ihrom di bandara jeddah guna melakukan umroh wajib atau sudah berkain Ihrom dari Asrama.

    7.      Di pesawat jamaah menyiapkan pospor untuk diserahkan kepada petugas kloter dan akan dirobek lembar ” D ”

    8.      Selama dalam penerbangan makanan dan minuman disediakan secara gratis, jamaah diharap tetap tenang perbanyak membaca sholawat dan berdzikir.

     

    BAB III

    KEDATANGAN DI MADINAH BAGI GELOMBANG I

    DAN DI JEDDAH BAGI GELOMBANG II

     Di Bandara Madinah / Jeddah.

    1.      Keluar dari pesawat melalui Balai Gajah menuju Gate (ruang penerimaan). Jangan panik dan kaget masuk diruangan AC banyak petugas dari Arab Saudi, tetapi juga ada Petugas kita yaitu Yansus (Pelayanan Khusus)

    2.      Petugas dari Arab Saudi (Yunasco) membaur menjadi satu dengan Yansus, calon jamaah Haji diarahkan untuk duduk, pria dan wanita dipisah tempatnya, tetapi terbuka. Biasanya di tempat (ruang) bersama ini mendapatkan penjelasan dari petugas kita di bandara (Yansus)

    3.      Di ruang kedua para jamaah diharap duduk berderetuntuk antri satu persatu yang dipandu Petugas Imigrasi Arab Saudi untuk diperiksa paspornya. Tempatnya masih terpisah antara pria dan wanita.

    4.      Pemeriksaan khusus diruang kedua tertutup oleh Petugas Muassasah, pria dan wanita masih terpisah yang pria akan diperiksa oleh petugas pria dan sebaliknya wanita juga Petugas wanita. Karena itu tas berisi barang berharga / uang agar dibawa sendiri.

    5.      Masuk ke ruang ketiga, para calon jamaah Haji dikumpulkan menjadi satu pria dan wanita. Barang bawaan masuk dirangan lewat X-ray, para jamaah memilih barang bawaan sendiri – sendiri dan dibuka  kuncinya dan akan diperiksa oleh petugas Bea Cukai Arab yang berseragam jubah ( gamis )

    6.      Dalam pemeriksaan ini jamaah harus membuka semua tas / kopor. Barang yang dilarang tidak akan lolos. Perlu diingat jangan membawa baju, jaket atau alat yang lain berbau militer, karena akan menyulitkan.

    7.      Setelah pemeriksaan barang selesai, maka paspor , tas tentengan ataupun yang dibawa akan ditempeli stiker kecil sebesar perangko. Dipintu keluar ada yang memeriksa barang tersebut sudah ada stikernya atau belum.

    8.      Para jamaah membawa barang bawaan sendiri – sendiri. Mulai dari sini para jamaah sibuk bekerja untuk dirinya masing – masing, karena itu dianjurkan jangan terlalu berat bawaannya karena akan meyulitkan.

    9.      Para jamaah diharapkan meyesuaikan diri dengan keadaan dan suhu  udara di Arab Saudi. Perbanyak minum dan makan buah buahan.

    10.  Petugas musiman dari Indonesia sudah menjemput kita di luar dan diarahkan ke tempat khusus jamaah dari Indonesia. Barang bawaan sudah ada yang mengangkat dari kuli – kuli Arab dengan mengunakan kereta dorong yang besar.

    11.  Petugas TPHI ( ketua Kloter ) melaporkan diri ke sektor Bandara tentang keadaan jamaah dan semua jamaah istirahat sementara lalu mempersiapkan diri ke Mekkah untuk gelombang II.

    12.  Bagi jamaah haji gelombang II yang berpendapat bahwa Miqotnya di Jeddah akan berangkat ke Mekkah dengan mengadakan persiapan : mandi, wudlu, berpakaian Ihrom, Sholat Sunnah Ihrom dan niat Umroh. Selama dalam perjalanan ke Mekkah disunnahkan membaca Talbiyah.

     

    Perjalanan dari Bandara Madinah

    1.      Perjalanan dari bandara Madinag selama kurang lebih 1/2 jam. Dalam perjalanan jamaah disarankan memperbanyak dzikir.

    2.      Turun dari bis hendaknya berombongan agar tidak bingung.

    3.      Para jamaah dimohon untuk selalu bekerja sama untuk mengikuti petunjuk Petugas yang ditentukan.

    4.      Segera melaporkan kepada Petugas  apabila ada kesulitan, misal : kehilangan barang, dsb.

    5.      Jangan turun dari bus sebelum ada perintah.

    6.      Biasanya akan dapat kartu pondokan bila sudah masuk kamar (dibagikan oleh karu/karom)

    7.      Awasi barang – barang yang diturunkan dari bis terutama segera dicari kopernya sendiri agar tidak salah angkut ke lantai yang paling tinggi.

     

    Penempatan di Madinah

    Penempatan di Madinah bagi gelombang I dilaksanakan sebelum Haji dan gelombang II dilaksanakan sesudah Haji. Hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain :

    1.        Jangan turun dari bis sebelum ada ada pengumuman dari petugas.

    2.        Mendengarkan penjelasan dari Petugas tentang pembagian kamar.

    3.        Barang – barang akan diturunkan dari atas bis oleh kuli angkut dan dibawa ke tempat penginapan ( awasi kopernya sendiri )

    4.        Masing – masing membawa barang – barangnya ke kamar.

    5.        Jika terjadi peristiwa kehilangan atau sakit sebaiknya dilaporkan ke Petugas (Ketua Rombongan)

    6.        Istirahat dalam kamar sambil menunggu ke Masjid.

    7.        Kenali lokasi penginapan anda dengan melihat petunjuk yang telah tersedia untuk menghindari salah alamat / kesasar.

    8.        Terimalah pembagian kamar apa adanya, sebab ini bagian ujian kesabaran bagi janaah Haji.

    9.        Sebaiknya apabila ke masjid atau kemana saja berangkat secara rombongan 3 – 4 orang.

    10.    Menjaga kesehatan dan menghindari panas, kalau dapat pakai kacamata hitam.

    11.    Setelah satu hari berada di Madinah, jamaah dapat berziarah ke makam Rosululloh SAW, Sayidina Abu Bakar RA, Sayidina Umar, Raudhah ( Dalam Masjid Nabawi ) dan ke pekuburan Baqi’. Ziarah di pandu oleh Muzawir dari Majmu’ah / Muassasah

    12.    Salah satu hari jamaah dibawa berziarah ke Masjid Quba’, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain dan Masjid Tujuh / Khandaq. Kendaraan disediakan oleh Majmu’ah / Muassasah gratis. Tanyakan waktunya kepada karu

    13.    Ingat dan kenali rombongan dan bus yang anda tumpangi

     

    Keberangkatan

    1.      Setelah di Madinah tujuh hari harus siap – siap Umroh ke Mekkah mengemasi barang – barang dan menyiapkan kain Ihrom yang akan dipakai serta menghafalkan larangan – larangan Ihrom.

    2.      Berangkat menuju Mekkah sesuai dengan tanggal dan waktu sesuai dengan rombongan masing – masing.

    3.      Melaporkan kepada Petugas sekiranya ada teman yang sakit.

    4.      Sehari sebelumnya barang – barang dan tas sudah dirapikan, kecuali baju Ihrom.

    5.      Sebelum meninggalkan Kota Madinah melaksanakan ziarah Wada’ ke makam Rasululloh SAW.

    6.      Mandi sunah Ihrom dan memakai pakaian Ihrom di tempat penginapan.

    7.      Naik bis sesuai dengan rombongan yang  telah ditetapkan, bis akan berhenti di Bir Ali mengambil Miqot dan Niat serta menunaikan Sholat Sunnah Ihrom. Jika mengambil Haji Ifrad hendaklah niat Ihrom Haji, jika Haji Tamattu’ niat Ihrom Umroh.

    8.      Saat turun di Bir Ali perhatikan dengan baik tempat parkir bis kita dan jangan turun sendirian.

    9.      Di Masjid Bir Ali wudhu bersama, sholat bersama jangan pisah dengan teman.

    10.  Bagi jamaah gelombang I yang telah selesai melaksanakan ibadah Haji mengadakan persiapan berangkat ke Jeddah. Rapikan barang untuk dibawa pulang.

     

    BAB IV

    DI MAKKAH

     Penempatan di Makkah

    Penempatan dilaksanakan bagi gelombang I sesudah ziarah di Madinah dan gelombang II sebelum ziarah di Madinah.

    1.      Jangan turun dari bus sebelum ada pengumuman dan menerima kartu Hotel.

    2.      Mendengarkan penjelasan dari petugas tentang pembagian kamar.

    3.      Barang – barang akan diturunkan dari atau bus oleh kuli angkut dan dibawa ke tempat penginapan (awasi koper masing-masing)

    4.      Tas kecil dibawa sendiri oleh jamaah, barang atau tas besar akan dibawakan oleh pekerja Hotel / Maktab ke kamar masing – masing.

    5.      Istirahat dulu di kamar dan sambil mengunggu pengumuman untuk melaksanakan Thowaf di Masjidil Haram, pakaian Ihrom tetap dipakai serta larangan Ihrom tetap di ingat – ingat. Terimalah bagian kamar dengan dengan sabar tawakkal  pasa Allah.

    6.      Sebelum berangkat ke Masjidil Haram Jamaah hendaknya berwudlu terlebih dahulu.

    7.      Berkumpul di depan penginapan atau  Hotel untuk bersama – sama berangkat ke – Masjidil  Haram.

    8.      Jika melaksanakan Haji Ifrod, maka Thowafnya Qudum (selamat datang) dan boleh melaksanakan Sa’I Haji tanpa Tahalul.

    9.      Jika melaksanakan Haji Tamattu’ , maka melaksanakan rukun Umroh, Thowaf, Sa’I dan Tahalul (bercukur/gunting rambut).

    10.  Apabila pada saat thowaf atau Sa’I jemaah pecah belah, upayakan kita jangan pecah dengan kelompok kecil kita. Sepakati bersama dimana kita janjian ketemu ( misalnya dipintu sumur Zamzam ) apabila saat Thowaf kita terpaksa pisah dengan rombongan. Begitu pula bersepakat dimana kumpul setelah Sa’I untuk gunting rambut dan pulang bersama-sama di pemondokan.

    11.  Bercukur jangan sembarangan pinjam gunting (bawa sendiri).

    12.  Kantong sandal dapat dibawa ke Masjid asal tidak najis.

    13.  Sebelum Wukuf, sebaiknya hari-hari sebelum berziarah ke Mina dan Arafah untuk melihat-lihat dan belajar mempraktekkan cara – cara melontar Jumraoh maksudnya mengenali medan Wukuf.

     

    Pelaksanaan Ibadah Haji di

    Arafah Tanggal 8 Dzulhijjah

    1.      Sebelum berangkat ke Arafah sebaiknya menyiapkan makanan, minuman, buah secukupnya tapi jangan banyak – banyak.

    2.      Membawa barang sesuai dengan kebutuhan : Sajadah Tasbih, Buku Do’a dan Obat seperlunya, sabun sikat gigi, tikar lipat, garam, sambel pecel, pisau kecil, senter baterai.

    3.      Tanggal 8 Dzulhijjjah sore berangkat ke Arafah dengan berpakaian Ihrom.

    4.      Di dalam tenda jamaah disarankan untuk membaca Dzikir bertalbiyah, bertakbir, bertasbih, membaca Qur’an dan membaca kalimat Thoyibah dsb, terutama bertaubat mohon ampunan kepada Alloh, jangan lupa anda masih pakai kain Ihrom, jaga diri, Ibu – ibu jangan buka baju sambil kipas – kipas badan karena kegerahan berarti membuka kain Ihrom.

    5.      Makanan dan minuman disediakan pihak Maktab (selama berada di Arafah dan Mina) tanpa bayar lagi.

    6.      Mendengarkan khutbah Arafah sebelum waktu Wukuf.

    7.      Waktu Wukuf bermula dari tergelincirnya matahari sampai terbenamnya matahari banyak Do’a terkabul saat itu.

    8.      Sebaiknya tetap berada di kemah dan menjauhkan diri dari sengatan / panas.

    9.      Jangan berjalan – jalan di luar kemah dan sebaiknya tidak pergi ke Jabal Rahmah.

    10.  Jangan melanggar larangan Ihrom.

    11.  Gunakan air sehemat mungkin.

    12.  Sore hari atau sesudah maghrib mendengarkan penjelasan untuk pergi ke Muzdalifah dan Mina, dan barang – barang segera dirapikan. ( keberangkatan biasanya setelah Sholat Isya’ 9 Dzulhijjah ).

    13.  Jamaah dimohon untuk sabar, karena bus mengalami kemacetan dan bus mengangkut 2 sampai tiga rit.

    14.  Naik bus dengan tenang, berkumpul sesuai dengan rombongan masing – masing. Jangan naik bus rombongan lain sebab menyusahkan ketua regu yang merasa kehilangan Anggota.

    15.  Jumlah bus separo dari bus Mekkah Madinah. Bus ke Arafah dan ke Mina hanya disediakan sedikit untuk menghindari kemacetan yang sangat berat.

    16.  Perbanyak minum di dalam bus.

     

    Di Muzdalifah

    1.      Apabila sampai di Muzdalifah, sopir diingatkan untuk berhenti dan menunggu sampai pukul 24.00 waktu setempat, lewat tengah malam

    2.      Turun dari bus ( jangan jauh – jauh dari bus ) untuk mengambil kerikil sampai 70 buah (sunahnya hanya 7 buah) dengan membawa kantong dan senter. Bagi pria segera cari tempat untuk buang air kecil.

    3.      Kembali ke dalam bus dan pastikan jumlahnya cukup sebelum berangkat ke Mina.

    4.      Mabit di Muzdalifah walau hanya sesaat, setelah tengah malam10 Dzulhijjah sudah cukup.

    5.      Selama dalam perjalanan menuju Mina jamaah terus menerus bertakbir dan talbiyah.

     

    Di Mina 10 Dzulhijjah

    1.      Setelah sampai di Mina masuk ke kemah masing – masng. Segera ke kamar mandi bila perlu.

    2.      Makanan dan minuman dibagikan oleh petugas.

    3.      Mendengarkan penjelasan untuk melontar jumroh Aqobah.

    4.      Pergi melontar jumroh dengan rombongan masing – masing dibatu oleh petugas ( masih berkain Ihrom )

    5.      Berkumpul ke tempat semula setelah selesai melontar ( tempat janjian kumpul )

    6.      Bercukur atau mengunting setelah melontar jumroh Aqobah ( Tahalul Awal )

    7.      Kembali ke kemah masing-masing dan beristirahat (kain Ihrom sudah bisa dilepas )

    8.      Menyempurnakan lontaran ke tiga – tiga Jumroh pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah, disampaing itu wajib bermalam di Mina.

    9.      Bersiap – siap untuk kembali ke Makkah pada tanggal 13 Dzullhijjah apabila Nafartsani, tanggal 12 Dzulhijjah apabila Nafar awal.

     

    Kembali ke Mekkah

    Setelah dari Mina ke Pemondokan

    1.        Selesaikan Thowaf Ifadhah dan Sa’i.

    2.        Sempurnakan rukun Haji, Thowaf dan Sa’I sebelum berangkat ke Jeddah, bagi gelombang I dan ke Madinah bagi gelombang II.

    3.        Tanya TPIHI apa ibadah anda sudah sempurna.

     

     BAB V

    PERSIAPAN MENINGGALKAN MAKKAH

     Hal – hal yang di larang diwaktu Ihrom Haji atau Umroh, beserta sanksi bagi yang melanggar.

    1.      Rapikan semua barang – barang anda untuk di bawa pulang.

    2.      Pastikan semua rukun Hajian Umroh telah dikerjakan dengan sempurna.

    3.      Melakukan howaf Wada’ dengan rombongan masing – masing sebelum ke Jeddah.

    4.      Bagi jamaah Haji gelombang II persiapan berangkat ke Madinah.

    Pelanggaran dan Sanksinya

    1.      Memakai pakaian berjahit melingkat.

    –    Denda dengan menyembelih kambing

    2.      Menutup kepala bagi pria, menutup muka bagi wanita.

    –     Denda seekar kambing, selain Imam Syafi’I dan Imam Ahmad tersebut bila lupa, terpaksa tidak membayar denda.

    3.      Mencabut rambut rambut dari badan dengan cara apa saja.

    –     Denda seekor kambing bila rambut yang dicabut lebih dari 12 helai. Apabila kurang dari jumlah itu dendanya fidyah satu mud beras.

    4.       Memotong kuku

    –     Datu kuku dendanya satu mud, dua kuku dua mud, lebih dari dua kuku dendanya menyembelih satu ekor kambing.

    5.      Memakai wangi – wangian Mutlak

    –     menyembelih satu ekor kambing.

    6.      Mengganggu hewan dengan cara apa saja.

    –     menyembelih hewan yang setara atau diganti makanan yang seharga dengan hewan tersebut, diberikan kepada yang berhak menerima satu orang enam ons, atau puasa satu hari untuk orang miskin.

    7.      Memotong tumbuhan tanah Haram

    –     Menyembelih hewan Qur’ban menurut besar kecinya pohon yang dipotong.

    8.      Bersetubuh dengan Istri.

    –     Rusak Hajinya. Menurut Imam Syafi’I tidak rusak Hajinya apabila lupa atau dipaksa.

     

     

    BAB VI

     PEMULANGAN

     Kesempatan Transit di Madinatul Hujjaj bagi Gelombang I

    Bagi jamaah yang akan pulang ke Indonesia akan disinggahkan ke Madinatul Hijjaj  Jeddah lebih kurang 24 jam. Saat itu dapat dimanfaatkan untuk ziaran ke laut merah makam Siti Hawa dan beli oleh – oleh perhiasan di pasar Balad atau supermarket corners membeli VCD, parfum asli perancis atau perhiasan, carter mobil untuk 6 orang masing – masing 15  real.

    Madinatul Hujjah ( Jeddah )

    1.      Dari Makkah menuju Jeddah ( Madinatul Hujjaj ) bagi gelombang I dan bagi gelombang II dari Madinah menuju tanah Air.

    2.      Di Jeddah istirahat di Asrama Haji Madinatul Hujjaj untuk transit memperoleh  jadwal pemberangkatan ke bandara King Abdul Aziz.

    3.      Cari keterangan koper di angkut ke bandara.

    4.      Rekreatasi ke Balad ( pusat pertokoan ), pantai laut merah ( setelah tahu kapan pemberangkatan ke bandara ).

    5.      Proses Ticketing dan menerima lembar paspor.

    –           Tim pemulangan akan memproses ke petugas Saudi Arabia  Airlines Hujjaj ( proses Ticketing  Boarding pass dan manifes 22 jam sebelumnya )

    6.      Proses penimbangan barang, bagi barangnya yang lebih dapat dikirim melalui cargo, Al Munif, Amir cargo ( yang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia )

    7.      Selama di Madinah Hujjaj mendapat fasilitas makan gratis untuk itu kartu jangan sampai hilang.

     

    Di Bandara saat Pemulangan

    1.      Telepon ke Keluarga di Indonesia jam berapa diperkirakan tiba di Indonesia ( bila munkin )

    2.      Duduk sabar menunggu masuk ke pintu penerimaan atau Gate Pemberangkatan.

    3.      Tas besar mesuk bagasi tas kecil di tenteng masuk pesawat, bila ada ketentuan lain segera tanyakan kepada petugas karu / Karom.

    4.      Masuk pesawat tidak usah berebut.

    Di Pesawat

    1.      Menyiapkan paspor untuk diserahkan kepada Petugas Kloter yang selanjutnya akan di robek lembar K.

    2.      Sholat Safar atau berdo’a yang lain sambil mengistirahatkan badan, sebab nanti di Tanah Air sibuk dengan tamu.

    3.      Makanan gratis dibagikan pramugrari.

     

    Di Bandara Juanda Surabaya

    1.      Setelah pesawat mendarat dan parkir di Afron Juanda Surabaya, Jamaah supaya tidak tergesa – gesa turun pesawat, tetap di tempat duduk sambil menunggu pemeriksaan dari 2petugas imigrasi.

    2.      Selanjutnya turun dengan tertib barang – barang jangan tertinggal di pesawat sambil membawa barang tentengan menuju bus penjemput, jamaah siap berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya ( membutuhkan waktu + 45 menit )

    Di Asrama Haji Debarkasi Surabaya.

    1.      Setelah Jamaah Haji, turun dari Bus dan masuk ke gedung penerimaan I / II, selanjutnya menempati tempat duduk yang telah disediakan dengan tertib.

    2.      Segera cari kamar mandi untuk cuci muka atau Sholat, ganti baju, Dll.

    3.      Sambil menunggu barang – barang bawaan jamaah yang diturunkan dari pesawat dan dibawa kontainer sudah tiba, jamaah mengumpulkan paspor dan buku kesehatan kepada petugas yang berada di meja depan.

    4.      Jamaah dipanggil satu persatu urut sesuai Manifes maju kedepan untuk menerima paspor dan buku kesehatan, selanjutnya jamaah masuk ke dalam gudang untuk mencari barang – barang bawaannya.

    5.      Teliti hati – hati jangan sampai keliru dengan barang bawaan jamaah lain.

    6.      Setelah mendapatkan seluruh barang bawaan, selanjutnya diperiksa kepada petugas Bea dan Cukai yang ada di dalam gudang.

    7.      Untuk mengankut barang bawaan dari gudang ke tempat penjemputan jamaah Haji bisa minta bantuan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut :

    • Khusus Jamaah NTB, ongkos angkut sudah di koordinir petugas Daerah.
    • Selain NTB barang bawaan dibawa lansung ke mobil penjemputan oleh penjual jasa dari Asrama Haji.

    8.      Hati – hati dengan kerumunan penjemput yang ada di luar, tidak mustahil ada penjahat yang menginginkan uang – dompet dan barang – barang anda dengan menyamar sebagai penjemput anda.

    9.      Naik bis bersama sama rombongan masing – masing menuju pendopo Kabupaten Madiun, tempat penjemputan oleh Pemerintah Kabupaten dan Sanak Keluarga.

    Demikian Proses Perjalanan Haji dan Umrah ini. Semoga Mabrur …. Amin.

    continue reading
  • Arminareka Perdana : Peluang Usaha Affiliasi Travel Haji dan Umrah

    PT. Arminareka Perdana membuka peluang usaha baru yakni sistema bisnis affilasi di bidang biro perjalanan haji dan umrah. Dengan sistem ini, anda berkesempatan menjalankan usaha, memperoleh penghasilan dan berpeluang besar menunaikan ibadah haji dan umrah.

    PT. Arminareka Perdana merupakan sebuah company yang  berkiprah di bidang traveling yaitu memfasilitasi perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Plus bagi masyarakat muslim. Perusahaan ini tercatat sebagai yang terbesar ke-2 di dalam negeri dan didirikan pada  th. 1990. Lebih dari 27 ribu jama’ah telah diberangkatkan oleh  Arminareka Perdana.  Berbekal legalitas yang tak diragukan lagi serta sesuai dengan Hukum Syar’i maka PT Arminareka Perdana menawarkan peluang usaha baru bagi siapa saja yang ingin memperoleh penghasilan tambahan dan berkeinginan kuat untuk menjalankan ibadah Haji dan Umrah.

    Adapun rincian biaya di Arminareka Perdana adalah:

    • UMRAH dengan Setoran awal Rp. 3.500.000
    • HAJI PLUS dengan Setoran awal Rp. 5.000.000
    • GRATIS Asuransi Rp. 50.000.000,- seumur hidup

     

    PT. Arminareka Perdana menerapkan MLM?

    BUKAN MLM, tapi SISTEM MUDHARABAH (BAGI HASIL)

    Kisah Nyata :

    1. Bpk Ust. Supriadi (42 th) baru bergabung 1 bulan, penghasilan sudah mencapai Rp. 75 Juta
    2. Ibu Hj. Setiyowati (37 th), Ibu Rumah Tangga, baru bergabung 3 minggu penghasilan sudah mencapai Rp. 33 Juta
    3. Ibu Hj. Darila (55 th), Ibu RUmah Tangga, baru 3 bulan bergabung income per bulan rata-rata RP. 80 Juta

    Tiap Bulan Arminareka Perdana memberangkatkan ibadah Umroh ± 700 jamaah dan 70% nya GRATIS

    Peluang ini cocok untuk :

    • Setiap Muslim yang ingin menunaikan ibadah umroh / haji dengan GRATIS
    • Umat Islam yang ingin mempunyai penghasilan puluhan juta rupiah / minggu (Part Time / Full Time)
    • Cocok untuk Pensiunan, Ustadz, Tokoh Masyarakat, Pegawai Negeri/Swasta, Dosen/Guru, Ibu/Bapak Pengajian, Majelis Taklim dll

    Telah Terbukti memberangkatkan ribuan Jamaah yang tadinya tidak pernah bermimpi untuk umroh/Haji menjadi kenyataan

    Apakah Arminareka Perdana Penipuan?

    Alhamdulillah tercatat tgl 5 Nopember 2010, PT Arminareka Perdana telah mendapatkan ‘Syahadah‘ Sertifikat sebagai LEMBAGA BISNIS SYARIAH dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia ( DSN-MUI ). Ini sebagai jawaban atas pertanyaan apakah Arminareka Perdana penipuan atau bukan.

     

    Arminareka Perdana

    Arminareka Perdana sertifikat

     

    Insya Allah Arminareka Perdana akan membimbing Anda sampai Sukses menunaikan Umroh / Haji, Plus penghasilan puluhan juta rupiah tiap bulan.

     

    SEGERA JOIN di Di SINI

    continue reading