Haji dan Umrah

  • Meneladani Kisah Haji Ustadz Yusuf Manshur

    ustadz yusuf manshur

    Ustadz Yusuf Manshur

    Siapa umat Islam di negeri ini yang tak mengenal Ust Yusuf Manshur? Saya yakin, semua sudah pada tahu, minimal pernah melihat Pendiri Daarul Qur’an Internasional School ini di TV. Ajaran paling melekat pada diri ustadz yang satu ini adalah pelajaran SEDEKAH. Kisah di bawah ini semoga makin mendekatkan diri kita kepada-Nya. Amin….

    Ustadz Yusuf Mansur, mengaku pernah lupa bahwa manusia tak boleh memastikan sesuatu yang belum terjadi. Yusuf berkisah, pada 1990 lalu, ia yakin dan telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunaikan ibadah haji.

    Namun, menjelang hari pemberangkatan ia memliliki masalah sehingga batal ke Tanah Haram. Begitu pula pada tahun 2003. Saat itu, Yusuf kembali memiliki segala persiapan untuk berangkat ke Arab Saudi. Namun karena terganjal masalah keluarga, lagi-lagi ia batal untuk menunaikan ibadah haji.

    ”Astaghfirullah. Saya pernah lupa sudah merasa yakin dan memastikan hal yang belum terjadi. La haula wala quwwata illa billah,” ujarnya.

    Tahun 2005, media massa kerap menggunakan gelar haji yang melekat pada dirinya. ”Padahal waktu itu saya belum berhaji. Alhamdulillah, itu saya anggap sebuah doa,” ujarnya. Ia pun sengaja tidak mengklarifikasi masalah itu karena gelar haji memotivasinya untuk terus memohon agar Allah mengijzinkannya berhaji.

    Setahun kemudian, sebuah travel terkemuka menawarkan dirinya untuk menunaikan ibadah haji secara gratis. Ia pun diamanahkan untuk menjadi pimpinan rombongan. Ia sempat menolak lantaran belum pernah menunaikan haji. Namun pihak travel terus mendesak ustadz yang pernah keranjingan balap motor ini.

    Akhirnya, ia pun setuju dan iklan pun dipajang untuk mengajak masyarakat berangkat haji bersamanya. Pendaftaran para calon jamaah haji pun mengalir. Antusias masyarakat yang ingin pergi bersamanya begitu tinggi.

    Tapi Allah masih berkehendak lain. Menjelang pemberangkatan, pihak travel membatalkan dengan alasan jika belum berhaji tidak diizinkan memimpin rombongan. Akhirnya, pihak travel menawarkan dirinya menjadi jamaah lebih dulu, dan tahun berikutnya menjadi pemimpin rombongan.

    Tapi tawaran tersebut tak lagi gratis namun mendapat diskon hampir setengah harga. Pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini mengaku sempat menangis. Bukan karena biaya gratis yang dibatalkan. Ia khawatir merasa membohongi masyarakat dan membuat kecewa banyak calon jamaah.

    Namun, ia lebih sedih lantaran Allah tak jua memanggilnya untuk ke Tanah Suci. Ayah empat putra tersebut hampir saja khilaf dan memarahi pimpinan travel. Tapi ia terus bersabar dan bertawakal. Penggarap juga pemain film Kun Fa Yakun ini sempat pesimis dirinya takkan pernah berhaji. Yusuf sempat trauma membicarakan masalah haji, tapi kemudian bangkit lagi. Ia kemudian menyerahkan keinginan mulianya kepada Sang Khalik.

    Di tengah kondisi yang kurang mengenakkan, tiba-tiba seorang sahabatnya dari luar kota datang dan hendak meminjam uang sebesar Rp 40 juta. Uang tersebut akan digunakan sahabatnya memberangkatkan saudaranya ke Tanah Suci. Karibnya itu memberi jaminan sebuah mobil tua yang kalau dijual harga tertingginya sekitar Rp 30 juta.

    ”Subhanallah walhamdulillah, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi,” ujarnya. Dengan kesabaran dan keikhlasan, ia pun memberikan uang tersebut kepada kawannya. Sedangkan mobil tua itu ia biarkan saja.

    Yusuf sempat bertanya pada Allah tentang hikmah apa yang ada di balik semua ujian kegagalannya berhaji. Setelah pendaftaran haji 2006 ditutup, ia pun pasrah. Tapi di luar dugaan, ia bertemu dengan seorang Habib keturunan Arab yang mengajaknya makan siang.

    Di akhir pertemuannya, sang Habib menanyakan kapan berangkat haji. ”Saya cuma katakan, tidak jadi berangkat. Tidak punya uang,” ujar Yusuf.

    Allah kemudian menunjukkan Kuasa-Nya. Di saat pendaftaran haji sudah tutup, ia bersama istrinya justru berangkat ke Tanah Haram. Yusuf pun semakin sadar apa yang ada dalam persepsi manusia tidak sepenuhnya benar. Ia pun semakin merasakan kehebatan sedekah yang luar biasa. ”Allah memiliki skenario terbaik,” tuturnya.

    Incoming search terms:

    kisah haji,ustadz yusuf mansur,gambar lempar jumroh tahun 2003,doa minta kesempatan naik haji,Apa yang harus dipersiapkan ketika ingin berangkat haji agar tidak bingung,ustad yusuf mansyur,ustadz,kisah seputar haji,yusuf manshur,syarat sah umbro,KBIH ALHIKMAH pimpinan H mansur di surabaya,jamaah umroh indonesia idealnya ambil miqat di,hukumnya memberangkatkan saudara kita umrah,haji dan umbro,GAMBAR MASJIDIL HARAM BAGIAN DALAM 2014,lafadz haji,masalah pindah jadwal pemberangkatan umroh,youtube bisnis haji dan umroh yusuf mansur,tentang perjalanan haji dan umbor,talbiyah di langit mekkah~ snada,syarat syarat pergi umbro,syarat sah pergi umbro????,sebutkan larangan-larangan selama haji bagaimana sanksinya,persamaan travel haji dan kbih,perjalanan ibadah haji umroh yg bagus pakai biro perjalananapa ya?,yusuf mansur,foto pergi umbro,foto masjidil haram ukuran besar,bulan berapa dilaksanakannya ibadah haji pada tahun 1990,berapa pembagian syarat umroh,beda umbro dan haji,apa yg harus kita lakukan jika saat kita melakukan ibadah haji tiba tiba tanpa sengaja kita melakukan hal2 yg dilarang saa melaksanakan haji,apa persiapan mau pergi umbro continue reading
  • Proses Perjalanan Haji dan Umrah

    Proses Perjalanan Haji dan Umrah berikut ini merupakan hasil copas dari Rangkaian Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah yang ditulis oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) MULTAZAM KABUPATEN MADIUN

     

    BAB I

    CALON JAMAAH HAJI DI DAERAH ASAL

     Hal – hal yang perlu dipersiapkan dari rumah

    1.      Menanyakan segala sesuatu yang belum jelas ke Departemen Agama secara langsung atau lewat telepon

    2.      Menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup

    3.      Menyiapkan keperluan sehari – hari seperti : pakaian, baju Ihrom, sandal jepit ( minimal 3 pasang ), kantung sandal, gunting kecil, buku do’a, sabuk (bagi laki-laki), paku cor, palu   (satu regu cukup satu), tempat plastik, cepit jemuran, peniti, kaca mata hitam. Bila masih memungkinkan bawa seprei engkel sarung bantal, penebak kecil, payung lipat warna warni yang menyolok, tas kresek, kantong plastik ukuran 1 Kg.

    4.      Menulis identitas diri pada semua tas, seprti : Nama dan Alamat lengkap, No Telpon, Nomor Paspor dan nomor (kloter, rombongan dan regu).

    5.      Menyediakan uang saku secukupnya.

    6.      Membawa obat-obatan bila mempunyai penyakit tertentu, seperti : minyak kayu putih, obat maag, dan sebagainya.

    7.      Bawa pas foto yang masih ada.

    8.      Syukuran jangan sampai melelahkan saat pemberangkatan jamaah Haji.

    9.      Siapkan betul-betul kebutuhan Haji jangan ada sampai yang tertinggal seperti: Jaket, kamera, peci/songkok, jamu, unag saku dan lain – lain.

     

    Isi koper dan Tas Tentengan

    1.      Isi Koper besar antara lain:

    • Sebagian besar pakaian
    • Bahan makan di Saudi (yang kering-kering )
    • Payung sprei engkel.
    • Kain Ihrom bagi jamaah gelombang I.
    • Sandal – sandal
    • Dan lain-lain yang perlu.

    2.      Isi Tas Tentengan Meliputi.

    • Handuk, sabun, odol, sikat gigi.
    • Sebagian baju.
    • Baju seragam.
    • Surat – surat penting.
    • Kain Ihrom bagi jamaah gelombang II.
    • Sandal (satu stel saja).
    • Obat-obatan.
    • Dan lain-lain yang perlu.

     

    Keberangkatan Ke Asrama Haji Surabaya

    1.      Berangkat menuju Pendopo Kabupaten Madiun sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah ditetapkan.

    2.      Memakai baju/seragam tertentu sesuai yang disepakati.

    3.      Sholat Safar di rumah dan berdo’a.

    4.      Upacara pelepasan dan penjelasan-penjelasan dari instansi yang terkait.

    5.      Naik kendaraan secara berombongan ke Surabaya.

    6.      Jangan lupa membawa SPMA (Surat Pangilan Masuk Asrama) dan bukti setor an ke bank (yang bermaterai)

    7.      Mohon diingat-ingat berapa potong barang bawaan.

     

    BAB II

    DI ASRAMA HAJI EMBARKASI

    SURABAYA

     Kedatangan Calon Jamaah Haji di Asrama Haji Surabaya.

    1.      Calon jamaah Haji menyerahkan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) dan lembar biru pelunasan BPIH dan buku kesehatan secara kolektif.

    2.      Masuk Asrama sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan terima di gedung penerimaan. Jamaah diberi label Asrama Haji label harus selalu dipakai.

    3.      Jmaah diterima petugas diberi nomor kamar dan diperiksa kehamilan.

    4.      Apabila diketahui ada kehamilan, maka akan  dibatalkan pemberangkatannya.

    5.      Barang bawaan tas besar diperiksa Bea Cukai langsung dibawa ke gudang bandara adapun tas kecil masih bisa dibawa ke kamar Asrama (ingatlah bagi jamaah gelombang II kain Ihrom harus dibawa ke kamar Asrama)

    6.      Tas tentengan berisi barang keperluan sehari – hari seperti sabun, handuk, sikat gigi, sandal, pakaian ganti dan sebagainya dibawa ke kamar.

    7.      Calon jamaah Haji langsung mencari gedung atau kamarnya, bisa bertannya kepada yang ada.

    8.      Abat yang diminta dibawa dimintakan surat kepada TKHI agar tidak dirampas di Arab Saudi.

     

    Kegiatan di Asrama Haji Sebelum Diterbangkan Menuju Bandara Juanda Surabaya

    Istirahat di kamar sambil menunggu pengumuman dari Panitia untuk :

    1.   Pemantapan tugas Karu Karom (ketua Regu dan Ketua Rombongan).

    2.   Ketua Regu mengambil gelang bersama ketua Rombongan dan segera dibagi kepada semua jamaah (ketua regu dan ketua rombongan diberi uang jasa oleh Panitia)

    3.   Kalau waktu masih memungkinkan dihimbau untuk mengikuti jamaah Sholat Subuh, Kuliah Subuh dan Praktek Manasik Haji, tapi bila pesawat berangkat pagi maka Sholat Subuh di kamar masing-masing.

     

    Fasilitas yang disediakan di Asramah Haji untuk

    Para calon Jamaah Haji

    1.      Makan gratis 3 kali sehari, pagi (06.00 – 07.00 WIB) : siang ( 12.00 – 13.00 WIB ) malam (18.00 – 19.00 WIB). Jam makan akan diumumkan.

    2.      Penukaran uang real atau dollar pada bank yang membuka counter di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, (sebaiknya tukar Dollar saja)

    3.      Juga disediakan tempat konsultasi Haji bagi para jamaah yang menginginkan penjelasan tentang ibadah Haji

    4.      Diasrama ada kantin makan, tetapi jaga perut agar tidak menganggu pemberangkatan penerbangan.

    5.      Bila perlu alat kebutuhan semisal sisir, odol atau sarung, handuk, makanan tambahan, cukup beli di toko Asrama Haji.

     

    Menjelang Keberangkatan Calon Jamaah Haji ke Bandahara Juanda Surabaya dan diterbangkan menuju king Abdul Aziz Jeddah bagi gelombang II dan ke bandara Madinah bagi gelombang I .

    1.      Empat jam sebelum keberangkatan calon jamaah Haji menuju Bandara Juanda, dianjurkan agar jamaah berkemas – kemas. Barang bawaan jangan sampai ada yang tertinggal. Kemudian jamaah berjalan menuju Aula Bir Ali. Bagi Jamaah gelombang II munkin harus siap kain Ihrom.

    2.      Diteras aula jamaah Haji diminta Label Asramahnya.

    3.      Di Aula bawah tas tentengan dan barang yang lain diletakkan disitu dan diingat – ingat tempatnya. Lalu calon jamaah naik ke Aula Bir Ali (Aula atas) untuk menerima paspor, living cost dan penempelan boarding pass.

    4.      Setelah acara di Aula Bir Ali selesai, Jamaah sudah menerima paspor, living cost dan boarding pass lalu turun ke aula bawah. Jangan lupa menghitung living cost dihadapan panitia atau karu karom, kemudian menyimpang uang tersebut. Di Aula bawah ada pemeriksaan ulang (Ingat jangan bawa minyak gas, bensin dan barang yang mudah terbakar)

    5.      Setelah barang diperiksa ualang terus menuju bus yang telah disediakan setelah naik bus lalu diberangkatkan ke lapangan terbang Juanda.

    6.      Bagi jamaah Haji gelombang II pakaian Ihrom agar dimasukan dalam tas tentengan untuk memudahkan saat ganti pakaian Ihrom di bandara jeddah guna melakukan umroh wajib atau sudah berkain Ihrom dari Asrama.

    7.      Di pesawat jamaah menyiapkan pospor untuk diserahkan kepada petugas kloter dan akan dirobek lembar ” D ”

    8.      Selama dalam penerbangan makanan dan minuman disediakan secara gratis, jamaah diharap tetap tenang perbanyak membaca sholawat dan berdzikir.

     

    BAB III

    KEDATANGAN DI MADINAH BAGI GELOMBANG I

    DAN DI JEDDAH BAGI GELOMBANG II

     Di Bandara Madinah / Jeddah.

    1.      Keluar dari pesawat melalui Balai Gajah menuju Gate (ruang penerimaan). Jangan panik dan kaget masuk diruangan AC banyak petugas dari Arab Saudi, tetapi juga ada Petugas kita yaitu Yansus (Pelayanan Khusus)

    2.      Petugas dari Arab Saudi (Yunasco) membaur menjadi satu dengan Yansus, calon jamaah Haji diarahkan untuk duduk, pria dan wanita dipisah tempatnya, tetapi terbuka. Biasanya di tempat (ruang) bersama ini mendapatkan penjelasan dari petugas kita di bandara (Yansus)

    3.      Di ruang kedua para jamaah diharap duduk berderetuntuk antri satu persatu yang dipandu Petugas Imigrasi Arab Saudi untuk diperiksa paspornya. Tempatnya masih terpisah antara pria dan wanita.

    4.      Pemeriksaan khusus diruang kedua tertutup oleh Petugas Muassasah, pria dan wanita masih terpisah yang pria akan diperiksa oleh petugas pria dan sebaliknya wanita juga Petugas wanita. Karena itu tas berisi barang berharga / uang agar dibawa sendiri.

    5.      Masuk ke ruang ketiga, para calon jamaah Haji dikumpulkan menjadi satu pria dan wanita. Barang bawaan masuk dirangan lewat X-ray, para jamaah memilih barang bawaan sendiri – sendiri dan dibuka  kuncinya dan akan diperiksa oleh petugas Bea Cukai Arab yang berseragam jubah ( gamis )

    6.      Dalam pemeriksaan ini jamaah harus membuka semua tas / kopor. Barang yang dilarang tidak akan lolos. Perlu diingat jangan membawa baju, jaket atau alat yang lain berbau militer, karena akan menyulitkan.

    7.      Setelah pemeriksaan barang selesai, maka paspor , tas tentengan ataupun yang dibawa akan ditempeli stiker kecil sebesar perangko. Dipintu keluar ada yang memeriksa barang tersebut sudah ada stikernya atau belum.

    8.      Para jamaah membawa barang bawaan sendiri – sendiri. Mulai dari sini para jamaah sibuk bekerja untuk dirinya masing – masing, karena itu dianjurkan jangan terlalu berat bawaannya karena akan meyulitkan.

    9.      Para jamaah diharapkan meyesuaikan diri dengan keadaan dan suhu  udara di Arab Saudi. Perbanyak minum dan makan buah buahan.

    10.  Petugas musiman dari Indonesia sudah menjemput kita di luar dan diarahkan ke tempat khusus jamaah dari Indonesia. Barang bawaan sudah ada yang mengangkat dari kuli – kuli Arab dengan mengunakan kereta dorong yang besar.

    11.  Petugas TPHI ( ketua Kloter ) melaporkan diri ke sektor Bandara tentang keadaan jamaah dan semua jamaah istirahat sementara lalu mempersiapkan diri ke Mekkah untuk gelombang II.

    12.  Bagi jamaah haji gelombang II yang berpendapat bahwa Miqotnya di Jeddah akan berangkat ke Mekkah dengan mengadakan persiapan : mandi, wudlu, berpakaian Ihrom, Sholat Sunnah Ihrom dan niat Umroh. Selama dalam perjalanan ke Mekkah disunnahkan membaca Talbiyah.

     

    Perjalanan dari Bandara Madinah

    1.      Perjalanan dari bandara Madinag selama kurang lebih 1/2 jam. Dalam perjalanan jamaah disarankan memperbanyak dzikir.

    2.      Turun dari bis hendaknya berombongan agar tidak bingung.

    3.      Para jamaah dimohon untuk selalu bekerja sama untuk mengikuti petunjuk Petugas yang ditentukan.

    4.      Segera melaporkan kepada Petugas  apabila ada kesulitan, misal : kehilangan barang, dsb.

    5.      Jangan turun dari bus sebelum ada perintah.

    6.      Biasanya akan dapat kartu pondokan bila sudah masuk kamar (dibagikan oleh karu/karom)

    7.      Awasi barang – barang yang diturunkan dari bis terutama segera dicari kopernya sendiri agar tidak salah angkut ke lantai yang paling tinggi.

     

    Penempatan di Madinah

    Penempatan di Madinah bagi gelombang I dilaksanakan sebelum Haji dan gelombang II dilaksanakan sesudah Haji. Hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain :

    1.        Jangan turun dari bis sebelum ada ada pengumuman dari petugas.

    2.        Mendengarkan penjelasan dari Petugas tentang pembagian kamar.

    3.        Barang – barang akan diturunkan dari atas bis oleh kuli angkut dan dibawa ke tempat penginapan ( awasi kopernya sendiri )

    4.        Masing – masing membawa barang – barangnya ke kamar.

    5.        Jika terjadi peristiwa kehilangan atau sakit sebaiknya dilaporkan ke Petugas (Ketua Rombongan)

    6.        Istirahat dalam kamar sambil menunggu ke Masjid.

    7.        Kenali lokasi penginapan anda dengan melihat petunjuk yang telah tersedia untuk menghindari salah alamat / kesasar.

    8.        Terimalah pembagian kamar apa adanya, sebab ini bagian ujian kesabaran bagi janaah Haji.

    9.        Sebaiknya apabila ke masjid atau kemana saja berangkat secara rombongan 3 – 4 orang.

    10.    Menjaga kesehatan dan menghindari panas, kalau dapat pakai kacamata hitam.

    11.    Setelah satu hari berada di Madinah, jamaah dapat berziarah ke makam Rosululloh SAW, Sayidina Abu Bakar RA, Sayidina Umar, Raudhah ( Dalam Masjid Nabawi ) dan ke pekuburan Baqi’. Ziarah di pandu oleh Muzawir dari Majmu’ah / Muassasah

    12.    Salah satu hari jamaah dibawa berziarah ke Masjid Quba’, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain dan Masjid Tujuh / Khandaq. Kendaraan disediakan oleh Majmu’ah / Muassasah gratis. Tanyakan waktunya kepada karu

    13.    Ingat dan kenali rombongan dan bus yang anda tumpangi

     

    Keberangkatan

    1.      Setelah di Madinah tujuh hari harus siap – siap Umroh ke Mekkah mengemasi barang – barang dan menyiapkan kain Ihrom yang akan dipakai serta menghafalkan larangan – larangan Ihrom.

    2.      Berangkat menuju Mekkah sesuai dengan tanggal dan waktu sesuai dengan rombongan masing – masing.

    3.      Melaporkan kepada Petugas sekiranya ada teman yang sakit.

    4.      Sehari sebelumnya barang – barang dan tas sudah dirapikan, kecuali baju Ihrom.

    5.      Sebelum meninggalkan Kota Madinah melaksanakan ziarah Wada’ ke makam Rasululloh SAW.

    6.      Mandi sunah Ihrom dan memakai pakaian Ihrom di tempat penginapan.

    7.      Naik bis sesuai dengan rombongan yang  telah ditetapkan, bis akan berhenti di Bir Ali mengambil Miqot dan Niat serta menunaikan Sholat Sunnah Ihrom. Jika mengambil Haji Ifrad hendaklah niat Ihrom Haji, jika Haji Tamattu’ niat Ihrom Umroh.

    8.      Saat turun di Bir Ali perhatikan dengan baik tempat parkir bis kita dan jangan turun sendirian.

    9.      Di Masjid Bir Ali wudhu bersama, sholat bersama jangan pisah dengan teman.

    10.  Bagi jamaah gelombang I yang telah selesai melaksanakan ibadah Haji mengadakan persiapan berangkat ke Jeddah. Rapikan barang untuk dibawa pulang.

     

    BAB IV

    DI MAKKAH

     Penempatan di Makkah

    Penempatan dilaksanakan bagi gelombang I sesudah ziarah di Madinah dan gelombang II sebelum ziarah di Madinah.

    1.      Jangan turun dari bus sebelum ada pengumuman dan menerima kartu Hotel.

    2.      Mendengarkan penjelasan dari petugas tentang pembagian kamar.

    3.      Barang – barang akan diturunkan dari atau bus oleh kuli angkut dan dibawa ke tempat penginapan (awasi koper masing-masing)

    4.      Tas kecil dibawa sendiri oleh jamaah, barang atau tas besar akan dibawakan oleh pekerja Hotel / Maktab ke kamar masing – masing.

    5.      Istirahat dulu di kamar dan sambil mengunggu pengumuman untuk melaksanakan Thowaf di Masjidil Haram, pakaian Ihrom tetap dipakai serta larangan Ihrom tetap di ingat – ingat. Terimalah bagian kamar dengan dengan sabar tawakkal  pasa Allah.

    6.      Sebelum berangkat ke Masjidil Haram Jamaah hendaknya berwudlu terlebih dahulu.

    7.      Berkumpul di depan penginapan atau  Hotel untuk bersama – sama berangkat ke – Masjidil  Haram.

    8.      Jika melaksanakan Haji Ifrod, maka Thowafnya Qudum (selamat datang) dan boleh melaksanakan Sa’I Haji tanpa Tahalul.

    9.      Jika melaksanakan Haji Tamattu’ , maka melaksanakan rukun Umroh, Thowaf, Sa’I dan Tahalul (bercukur/gunting rambut).

    10.  Apabila pada saat thowaf atau Sa’I jemaah pecah belah, upayakan kita jangan pecah dengan kelompok kecil kita. Sepakati bersama dimana kita janjian ketemu ( misalnya dipintu sumur Zamzam ) apabila saat Thowaf kita terpaksa pisah dengan rombongan. Begitu pula bersepakat dimana kumpul setelah Sa’I untuk gunting rambut dan pulang bersama-sama di pemondokan.

    11.  Bercukur jangan sembarangan pinjam gunting (bawa sendiri).

    12.  Kantong sandal dapat dibawa ke Masjid asal tidak najis.

    13.  Sebelum Wukuf, sebaiknya hari-hari sebelum berziarah ke Mina dan Arafah untuk melihat-lihat dan belajar mempraktekkan cara – cara melontar Jumraoh maksudnya mengenali medan Wukuf.

     

    Pelaksanaan Ibadah Haji di

    Arafah Tanggal 8 Dzulhijjah

    1.      Sebelum berangkat ke Arafah sebaiknya menyiapkan makanan, minuman, buah secukupnya tapi jangan banyak – banyak.

    2.      Membawa barang sesuai dengan kebutuhan : Sajadah Tasbih, Buku Do’a dan Obat seperlunya, sabun sikat gigi, tikar lipat, garam, sambel pecel, pisau kecil, senter baterai.

    3.      Tanggal 8 Dzulhijjjah sore berangkat ke Arafah dengan berpakaian Ihrom.

    4.      Di dalam tenda jamaah disarankan untuk membaca Dzikir bertalbiyah, bertakbir, bertasbih, membaca Qur’an dan membaca kalimat Thoyibah dsb, terutama bertaubat mohon ampunan kepada Alloh, jangan lupa anda masih pakai kain Ihrom, jaga diri, Ibu – ibu jangan buka baju sambil kipas – kipas badan karena kegerahan berarti membuka kain Ihrom.

    5.      Makanan dan minuman disediakan pihak Maktab (selama berada di Arafah dan Mina) tanpa bayar lagi.

    6.      Mendengarkan khutbah Arafah sebelum waktu Wukuf.

    7.      Waktu Wukuf bermula dari tergelincirnya matahari sampai terbenamnya matahari banyak Do’a terkabul saat itu.

    8.      Sebaiknya tetap berada di kemah dan menjauhkan diri dari sengatan / panas.

    9.      Jangan berjalan – jalan di luar kemah dan sebaiknya tidak pergi ke Jabal Rahmah.

    10.  Jangan melanggar larangan Ihrom.

    11.  Gunakan air sehemat mungkin.

    12.  Sore hari atau sesudah maghrib mendengarkan penjelasan untuk pergi ke Muzdalifah dan Mina, dan barang – barang segera dirapikan. ( keberangkatan biasanya setelah Sholat Isya’ 9 Dzulhijjah ).

    13.  Jamaah dimohon untuk sabar, karena bus mengalami kemacetan dan bus mengangkut 2 sampai tiga rit.

    14.  Naik bus dengan tenang, berkumpul sesuai dengan rombongan masing – masing. Jangan naik bus rombongan lain sebab menyusahkan ketua regu yang merasa kehilangan Anggota.

    15.  Jumlah bus separo dari bus Mekkah Madinah. Bus ke Arafah dan ke Mina hanya disediakan sedikit untuk menghindari kemacetan yang sangat berat.

    16.  Perbanyak minum di dalam bus.

     

    Di Muzdalifah

    1.      Apabila sampai di Muzdalifah, sopir diingatkan untuk berhenti dan menunggu sampai pukul 24.00 waktu setempat, lewat tengah malam

    2.      Turun dari bus ( jangan jauh – jauh dari bus ) untuk mengambil kerikil sampai 70 buah (sunahnya hanya 7 buah) dengan membawa kantong dan senter. Bagi pria segera cari tempat untuk buang air kecil.

    3.      Kembali ke dalam bus dan pastikan jumlahnya cukup sebelum berangkat ke Mina.

    4.      Mabit di Muzdalifah walau hanya sesaat, setelah tengah malam10 Dzulhijjah sudah cukup.

    5.      Selama dalam perjalanan menuju Mina jamaah terus menerus bertakbir dan talbiyah.

     

    Di Mina 10 Dzulhijjah

    1.      Setelah sampai di Mina masuk ke kemah masing – masng. Segera ke kamar mandi bila perlu.

    2.      Makanan dan minuman dibagikan oleh petugas.

    3.      Mendengarkan penjelasan untuk melontar jumroh Aqobah.

    4.      Pergi melontar jumroh dengan rombongan masing – masing dibatu oleh petugas ( masih berkain Ihrom )

    5.      Berkumpul ke tempat semula setelah selesai melontar ( tempat janjian kumpul )

    6.      Bercukur atau mengunting setelah melontar jumroh Aqobah ( Tahalul Awal )

    7.      Kembali ke kemah masing-masing dan beristirahat (kain Ihrom sudah bisa dilepas )

    8.      Menyempurnakan lontaran ke tiga – tiga Jumroh pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah, disampaing itu wajib bermalam di Mina.

    9.      Bersiap – siap untuk kembali ke Makkah pada tanggal 13 Dzullhijjah apabila Nafartsani, tanggal 12 Dzulhijjah apabila Nafar awal.

     

    Kembali ke Mekkah

    Setelah dari Mina ke Pemondokan

    1.        Selesaikan Thowaf Ifadhah dan Sa’i.

    2.        Sempurnakan rukun Haji, Thowaf dan Sa’I sebelum berangkat ke Jeddah, bagi gelombang I dan ke Madinah bagi gelombang II.

    3.        Tanya TPIHI apa ibadah anda sudah sempurna.

     

     BAB V

    PERSIAPAN MENINGGALKAN MAKKAH

     Hal – hal yang di larang diwaktu Ihrom Haji atau Umroh, beserta sanksi bagi yang melanggar.

    1.      Rapikan semua barang – barang anda untuk di bawa pulang.

    2.      Pastikan semua rukun Hajian Umroh telah dikerjakan dengan sempurna.

    3.      Melakukan howaf Wada’ dengan rombongan masing – masing sebelum ke Jeddah.

    4.      Bagi jamaah Haji gelombang II persiapan berangkat ke Madinah.

    Pelanggaran dan Sanksinya

    1.      Memakai pakaian berjahit melingkat.

    –    Denda dengan menyembelih kambing

    2.      Menutup kepala bagi pria, menutup muka bagi wanita.

    –     Denda seekar kambing, selain Imam Syafi’I dan Imam Ahmad tersebut bila lupa, terpaksa tidak membayar denda.

    3.      Mencabut rambut rambut dari badan dengan cara apa saja.

    –     Denda seekor kambing bila rambut yang dicabut lebih dari 12 helai. Apabila kurang dari jumlah itu dendanya fidyah satu mud beras.

    4.       Memotong kuku

    –     Datu kuku dendanya satu mud, dua kuku dua mud, lebih dari dua kuku dendanya menyembelih satu ekor kambing.

    5.      Memakai wangi – wangian Mutlak

    –     menyembelih satu ekor kambing.

    6.      Mengganggu hewan dengan cara apa saja.

    –     menyembelih hewan yang setara atau diganti makanan yang seharga dengan hewan tersebut, diberikan kepada yang berhak menerima satu orang enam ons, atau puasa satu hari untuk orang miskin.

    7.      Memotong tumbuhan tanah Haram

    –     Menyembelih hewan Qur’ban menurut besar kecinya pohon yang dipotong.

    8.      Bersetubuh dengan Istri.

    –     Rusak Hajinya. Menurut Imam Syafi’I tidak rusak Hajinya apabila lupa atau dipaksa.

     

     

    BAB VI

     PEMULANGAN

     Kesempatan Transit di Madinatul Hujjaj bagi Gelombang I

    Bagi jamaah yang akan pulang ke Indonesia akan disinggahkan ke Madinatul Hijjaj  Jeddah lebih kurang 24 jam. Saat itu dapat dimanfaatkan untuk ziaran ke laut merah makam Siti Hawa dan beli oleh – oleh perhiasan di pasar Balad atau supermarket corners membeli VCD, parfum asli perancis atau perhiasan, carter mobil untuk 6 orang masing – masing 15  real.

    Madinatul Hujjah ( Jeddah )

    1.      Dari Makkah menuju Jeddah ( Madinatul Hujjaj ) bagi gelombang I dan bagi gelombang II dari Madinah menuju tanah Air.

    2.      Di Jeddah istirahat di Asrama Haji Madinatul Hujjaj untuk transit memperoleh  jadwal pemberangkatan ke bandara King Abdul Aziz.

    3.      Cari keterangan koper di angkut ke bandara.

    4.      Rekreatasi ke Balad ( pusat pertokoan ), pantai laut merah ( setelah tahu kapan pemberangkatan ke bandara ).

    5.      Proses Ticketing dan menerima lembar paspor.

    –           Tim pemulangan akan memproses ke petugas Saudi Arabia  Airlines Hujjaj ( proses Ticketing  Boarding pass dan manifes 22 jam sebelumnya )

    6.      Proses penimbangan barang, bagi barangnya yang lebih dapat dikirim melalui cargo, Al Munif, Amir cargo ( yang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia )

    7.      Selama di Madinah Hujjaj mendapat fasilitas makan gratis untuk itu kartu jangan sampai hilang.

     

    Di Bandara saat Pemulangan

    1.      Telepon ke Keluarga di Indonesia jam berapa diperkirakan tiba di Indonesia ( bila munkin )

    2.      Duduk sabar menunggu masuk ke pintu penerimaan atau Gate Pemberangkatan.

    3.      Tas besar mesuk bagasi tas kecil di tenteng masuk pesawat, bila ada ketentuan lain segera tanyakan kepada petugas karu / Karom.

    4.      Masuk pesawat tidak usah berebut.

    Di Pesawat

    1.      Menyiapkan paspor untuk diserahkan kepada Petugas Kloter yang selanjutnya akan di robek lembar K.

    2.      Sholat Safar atau berdo’a yang lain sambil mengistirahatkan badan, sebab nanti di Tanah Air sibuk dengan tamu.

    3.      Makanan gratis dibagikan pramugrari.

     

    Di Bandara Juanda Surabaya

    1.      Setelah pesawat mendarat dan parkir di Afron Juanda Surabaya, Jamaah supaya tidak tergesa – gesa turun pesawat, tetap di tempat duduk sambil menunggu pemeriksaan dari 2petugas imigrasi.

    2.      Selanjutnya turun dengan tertib barang – barang jangan tertinggal di pesawat sambil membawa barang tentengan menuju bus penjemput, jamaah siap berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya ( membutuhkan waktu + 45 menit )

    Di Asrama Haji Debarkasi Surabaya.

    1.      Setelah Jamaah Haji, turun dari Bus dan masuk ke gedung penerimaan I / II, selanjutnya menempati tempat duduk yang telah disediakan dengan tertib.

    2.      Segera cari kamar mandi untuk cuci muka atau Sholat, ganti baju, Dll.

    3.      Sambil menunggu barang – barang bawaan jamaah yang diturunkan dari pesawat dan dibawa kontainer sudah tiba, jamaah mengumpulkan paspor dan buku kesehatan kepada petugas yang berada di meja depan.

    4.      Jamaah dipanggil satu persatu urut sesuai Manifes maju kedepan untuk menerima paspor dan buku kesehatan, selanjutnya jamaah masuk ke dalam gudang untuk mencari barang – barang bawaannya.

    5.      Teliti hati – hati jangan sampai keliru dengan barang bawaan jamaah lain.

    6.      Setelah mendapatkan seluruh barang bawaan, selanjutnya diperiksa kepada petugas Bea dan Cukai yang ada di dalam gudang.

    7.      Untuk mengankut barang bawaan dari gudang ke tempat penjemputan jamaah Haji bisa minta bantuan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut :

    • Khusus Jamaah NTB, ongkos angkut sudah di koordinir petugas Daerah.
    • Selain NTB barang bawaan dibawa lansung ke mobil penjemputan oleh penjual jasa dari Asrama Haji.

    8.      Hati – hati dengan kerumunan penjemput yang ada di luar, tidak mustahil ada penjahat yang menginginkan uang – dompet dan barang – barang anda dengan menyamar sebagai penjemput anda.

    9.      Naik bis bersama sama rombongan masing – masing menuju pendopo Kabupaten Madiun, tempat penjemputan oleh Pemerintah Kabupaten dan Sanak Keluarga.

    Demikian Proses Perjalanan Haji dan Umrah ini. Semoga Mabrur …. Amin.

    Incoming search terms:

    proses perjalanan haji,kbih multazam,kbih multazam yogyakarta,multazam yogyakarta,rangkaian ibadah haji dan umrah,rangkaian perjalanan ibadah haji,Petunjuk perjalanan haji gelombang satu dan dua dari juanda ke makkah 2014,proses perjalanan haji dan umrah,kbih multazam medan,proses perjalanan umroh,bimbingan haji multazam yogyakarta,proses perjalanan haji dan umroh,proses umroh,alamat biro haji multazam yogya,contoh barang yang harus dibawa calon jamaah haji wanita,alamat daftar haji beda dengan alamat paspor,URUT-URUTAN IBADAH UMROH,perjalanan haji tamattu dari kota asal,PENGERTIAN MAJMUAH,artikel perjalanan haji,multazam jogja,manasik haji armina,KBIH MULTAZAM madiun,multazam haji dan umrah,kbih multazam cilacap,proses haji dan umrah,hal hal yang harus dipersiapkan sebelum berangkat haji dan umroh,kisah perjalanan haji dari pendaftaran,manasik haji al multajam medan,langkah langkah denah tentang perjalanan haji dan umrah serta keterangannya,kbih al multazam sidoarjo,kbih madiun,rangkaian haji dan umrah continue reading
  • Arminareka Perdana : Peluang Usaha Affiliasi Travel Haji dan Umrah

    PT. Arminareka Perdana membuka peluang usaha baru yakni sistema bisnis affilasi di bidang biro perjalanan haji dan umrah. Dengan sistem ini, anda berkesempatan menjalankan usaha, memperoleh penghasilan dan berpeluang besar menunaikan ibadah haji dan umrah.

    PT. Arminareka Perdana merupakan sebuah company yang  berkiprah di bidang traveling yaitu memfasilitasi perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Plus bagi masyarakat muslim. Perusahaan ini tercatat sebagai yang terbesar ke-2 di dalam negeri dan didirikan pada  th. 1990. Lebih dari 27 ribu jama’ah telah diberangkatkan oleh  Arminareka Perdana.  Berbekal legalitas yang tak diragukan lagi serta sesuai dengan Hukum Syar’i maka PT Arminareka Perdana menawarkan peluang usaha baru bagi siapa saja yang ingin memperoleh penghasilan tambahan dan berkeinginan kuat untuk menjalankan ibadah Haji dan Umrah.

    Adapun rincian biaya di Arminareka Perdana adalah:

    • UMRAH dengan Setoran awal Rp. 3.500.000
    • HAJI PLUS dengan Setoran awal Rp. 5.000.000
    • GRATIS Asuransi Rp. 50.000.000,- seumur hidup

     

    PT. Arminareka Perdana menerapkan MLM?

    BUKAN MLM, tapi SISTEM MUDHARABAH (BAGI HASIL)

    Kisah Nyata :

    1. Bpk Ust. Supriadi (42 th) baru bergabung 1 bulan, penghasilan sudah mencapai Rp. 75 Juta
    2. Ibu Hj. Setiyowati (37 th), Ibu Rumah Tangga, baru bergabung 3 minggu penghasilan sudah mencapai Rp. 33 Juta
    3. Ibu Hj. Darila (55 th), Ibu RUmah Tangga, baru 3 bulan bergabung income per bulan rata-rata RP. 80 Juta

    Tiap Bulan Arminareka Perdana memberangkatkan ibadah Umroh ± 700 jamaah dan 70% nya GRATIS

    Peluang ini cocok untuk :

    • Setiap Muslim yang ingin menunaikan ibadah umroh / haji dengan GRATIS
    • Umat Islam yang ingin mempunyai penghasilan puluhan juta rupiah / minggu (Part Time / Full Time)
    • Cocok untuk Pensiunan, Ustadz, Tokoh Masyarakat, Pegawai Negeri/Swasta, Dosen/Guru, Ibu/Bapak Pengajian, Majelis Taklim dll

    Telah Terbukti memberangkatkan ribuan Jamaah yang tadinya tidak pernah bermimpi untuk umroh/Haji menjadi kenyataan

    Apakah Arminareka Perdana Penipuan?

    Alhamdulillah tercatat tgl 5 Nopember 2010, PT Arminareka Perdana telah mendapatkan ‘Syahadah‘ Sertifikat sebagai LEMBAGA BISNIS SYARIAH dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia ( DSN-MUI ). Ini sebagai jawaban atas pertanyaan apakah Arminareka Perdana penipuan atau bukan.

     

    Arminareka Perdana

    Arminareka Perdana sertifikat

     

    Insya Allah Arminareka Perdana akan membimbing Anda sampai Sukses menunaikan Umroh / Haji, Plus penghasilan puluhan juta rupiah tiap bulan.

     

    SEGERA JOIN di Di SINI

    Incoming search terms:

    arminareka perdana penipuan,pt arminareka perdana penipu,contoh sertifikat haji,arminareka perdana penipu,pt arminareka perdana penipuan,penipuan pt arminareka perdana,penipuan arminareka perdana,contoh syahadah,arminareka penipuan,kasus penipuan arminareka perdana,kasus arminareka,contoh-contoh gambar sertifikat syahadah,kasus pt arminareka perdana,keluhan jamaah arminareka,komplain arminareka,apakah arminareka perdana penipuan,arminareka penipu,penipuan PT Arminareka,contoh sertifikat qurban,kebohongan arminareka,pt arminareka perdana keluhan,komplain travel arminareka,usaha untukpensiunan guru,contoh sertifikat manasik haji,cerita sukses di arminareka,Arminareka kasus,arminareka apakah kasus penipuan,arminareka bohong,penipuan armina reka,paket umbro yg 15 juta,Mlm umroh arminareka,arminareka penipu?,armina reka perdana penipu continue reading
  • Biaya Umroh: Daftar Biaya Paket UMROH 2012

    Biaya Umroh / Daftar Biaya Paket UMROH 2012

    PAKET UMROH

    PESAWAT

    HOTEL

    UMROH STANDAR (9 HARI) USD 1850 ( 4 PAX)USD 1900 ( 3 PAX)USD 1950 ( 2 PAX)  Batavia / Etihad / Yaman / QatarHotel Bintang 4 MEKAH : OLAYAN HOTEL / UMMI HANNI HOTEL / AJYAD MAKARIM / ELAF AL MASYAERMADINAH : DALLAH TAIBAH / AL SAHA / MADINAH MUBARAKJEDAH : AL AZHAR / TRIDENT HOTEL
    UMROH EXECUTIVE (9 HARI) USD 2150 ( 4 PAX)USD 2200 ( 3 PAX)USD 2250 ( 2 PAX)  GA & SAUDIMakkah Hotel Bintang 5 MEKAH : GRAND ZAM2 / ROYAL DAR EIMAN / AL MASSAMADINAH : DALLAH TAIBAH / AL HARAM / FAYRUZ HOTELJEDAH : AL AZHAR / TRIDENT HOTEL
    UMROH STANDAR (12 HARI) USD 2050 ( 4 PAX)USD 2100 ( 3 PAX)USD 2150 ( 2 PAX)  Batavia / Etihad / Yaman / Qatar
    Hotel Bintang 4
    MEKAH : OLAYAN HOTEL / UMMI HANNI HOTEL / AJYAD MAKARIM / ELAF AL MASYAERMADINAH : DALLAH TAIBAH / AL SAHA / MADINAH MUBARAKJEDAH : AL AZHAR / TRIDENT HOTEL
    UMROH EXECUTIVE (12 HARI) USD 2400 ( 4 PAX)USD 2450 ( 3 PAX)USD 2500 ( 2 PAX)  GA & SAUDIMakkah Hotel Bintang 5 MEKAH (5): GRAND ZAM2 / ROYAL DAR EIMAN / AL MASSAMADINAH (4): DALLAH TAIBAH / AL HARAM / FAYRUZ HOTELJEDAH (1) : AL AZHAR / TRIDENT HOTEL
    UMROH STANDAR (15 HARI) USD 2400 ( 4 PAX)USD 2450 ( 3 PAX)USD 2500 ( 2 PAX)  GA & SAUDIMakkah Hotel Bintang 5 MEKAH (3): GRAND ZAM2 / ROYAL DAR EIMAN / AL MASSAMADINAH (9): DALLAH TAIBAH / AL HARAM / FAYRUZ HOTELJEDAH (1) : AL AZHAR / TRIDENT HOTEL

    Paket Biaya Umroh Termasuk :

    • Tiket pesawat pulang pergi dengan Pesawat Garuda Indonesia atau lainnya
    • Akomodasi sesuai program
    • Ziarah dengan transportasi lokal, dengan Bus AC
    • Makan 3 kali sehari dengan Menu Indonesia
    • Muthawwif/Guide , Air Zam-zam @ 10 liter
    • Visa Umroh
    • Manasik Umroh dan perlengkapan Umroh seperti Travelling Bag, Buku Manasik, Mukena dan bergo (jamaah perempuan), kain ihrom + ikat pinggang (jamaah laki-laki), bahan batik

    Paket Biaya Umroh Tidak Termasuk :

    • Biaya Airport Tax, Handling : Rp. 750.000,-
    • Biaya Pembuatan Passport dan dokumen perjalanan lainnya
    • Pengeluaran pribadi spt laundry, telepon, tips, dll
    • Tour-tour/ acara diluar program atas permintaan sendiri
    • Kelebihan bagasi (overweight)

    Daftar Biaya Paket HAJI PLUS 2012

    ARBAIN ( 26 Hari )

    Harga Paket :

    • USD 7500 / 4 Pax
    • USD 8000 / 3 Pax
    • USD 8500 / 2 Pax

    Akomodasi :

    • Mekah : Hilton Hotel
    • Madinah : Sanabil Hotel
    • Jeddah : Ramada Hotel
    • Sisha : Apartemen
    • Mina : Tenda Armina AC
    • Arafah : Tenda Armina AC

    NON ARBAIN ( 19 Hari )

    Harga Paket : USD 8500 / 2 Pax

    Akomodasi :

    • Mekah : Hilton Hotel
    • Madinah : Movenpick Hotel
    • Jeddah : Red Sea Hotel
    • Sisha : Apartemen
    • Mina : Tenda Armina AC
    • Arafah : Tenda Armina AC

    Note : Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

    Informasi lebih detail mengenai Biaya Umroh tahun 2012, JADWAL KEBERANGKATAN, Formulir Pendaftaran, Download Brosur PT Arminareka Perdana bisa langsung ke sumbernya: mitra-haji.com

    Incoming search terms:

    biaya umroh,harga paket umroh,harga paket umroh 2012,ongkos umroh,ibadah haji 2012,paket umroh 2012,al-azhar umroh dan haji,daftar harga umroh 2012,biaya umroh 2012,pt raihan alya tour,Ongkos umbro,paket umbro,travel umbro haji,Biaya umbro,raihan travel haji palangka raya,pt rehan alya palangka raya,travel haji dan umroh palangka raya,travel haji raihan palangka raya,travel umbro dan haji,travel umroh anabil,umbro ke mekah uang,daftar biaya haji di elaf tour,pt nsp tour dan travel haji dan umbro,paket umroh palangka raya al ghozali,harga paket haji unbro,biaya umbro murah,ibadah umbro,jamaah umroh sanabil,biaya tour dan umbro 2014,pakej umrah raihan,biaya haji unbro,paket umroh palangka raya,yang termasuk paket umroh standart continue reading
  • ISTILAH-ISTILAH IBADAH HAJI DAN UMROH

    HAJI DAN UMROH

    ISTILAH HAJI DAN UMROH

    1.    Haji ialah : berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) dan  melakukan beberapa amalan antara lain : Wukuf, Tawaf, Sa’i serta amalan lainya pada masa tertentu, demi memenuhi pangilan Allah SWT. dan mengharap Ridla-Nya.

    2.    Umroh ialah : berkunjung ke – Baitullah, dan  melakukan Tawaf, Sa’i serta bertahallul demi mengharap Ridho Allah.

    3.    Rukun Haji Ialah : rangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah Haji dan tidak dapat diganti dengan yang lain, walaupun dengan dam (denda). Jika ditingalkan maka hajinya tidak sah.

    4.    Wajib Haji : ialah rangkaian amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah Haji, bila tidak dikerjakan sah Hajinya, akan tetapi harus membayar dam (denda).

    5.    Miqat Zamani ialah : batas waktu Haji. Menurut Jumhur (sebagaian besar) Ulama’,  Miqat Zamani mulai tanggal 01 Syawal sampai terbit fajar tangal 10 Dzul Hijah

    6.    Miqat Makani ialah : Tempat untuk memulai niat mengerjakan ibadah Haji / Umroh.
    7.    Ihram ialah : niat mulai mengerjakan ibadah Haji / Umroh

    8.    Thawaf ialah : mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali (Ka’bah selalu berada di sebelah kiri) Dimulai dan diakhiri pada garis sejajar Hajar Aswad








    9.    Sa’i ialah  : berjalan dari bukit Shafa ke bukit Marwah, dan sebaliknya sebanyak 7 kali dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah. Perjalanan dari bukit Shafa ke bukit Marwah atau sebaliknya masing – masing dihitung 1 kali.

    10.    Wukuf ialah : keberadaan diri seseorang di padang Arafah walau sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari tanggal  9 Dzul Hijjah (hari Arafah) sampai terbit fajar hari Nahar (tanggal 10 Dzul Hijjah)

    11.    Mabit ialah : Bermalam / istirahat.
    Mabit terbagi menjadi dua :

    a.    Mabit di Muzdalifah ialah : bermalam di Muzdalifah setelah Wukuf di Arafah. Ketentuan Mabit di Muzdalifah adalah keberadaan jamaah dianggap sah walaupun sesaat setelah lewat tengah malam.
    b.    Mabit di Mina ialah : bermalam di Mina pada hari – hari Tasyriq (tanggal 11,12,13 Dzul Hijjah). Ketentuan Mabit di Mina adalah keberadaan jamaah Haji dianggap sah apabila melewati lebih separuh malam.

    12.    Melempar Jumrah ialah : melempar dengan batu kerikil yang mengenai marma (lubang Ula, Wustha dan Aqabah) dan batu kerikil harus masuk ke dalam lubang Marma tersebut pada hari Nahar dan hari – hari Tasyrik.

    13.    Tahallul ialah : keadaan seseorang yang dihalalkan (dibolehkan) melakukan perbuatan yang sebelumnya dilarang selama berihram.

    Tahallul ada dua macam :
    a.    Tahallul awal ialah : keadaan seseorang yang telah melakukan dua diantara tiga perbuatan, misalnya melempar Jumrah Aqobah dan bercukur atau melempar Jumrah Aqabah dan Thawaf Ifadlah serta Sa’i dan bercukur. Sesudah Tahallul awal seseorang boleh berganti pakaian biasa dan memakai wangi – wangian, dan boleh mengerjakan semua yang dilarang selama Ihram kecuali bersetubuh.
    b.    Tahallul Tsani ialah : keadaan seseorang yang telah melakukan ketiga perbuatan : melontar Jumrah Aqadah, bercukur dan Thawaf Ifadlah serta Sa’i. Bagi yang telah melakukan Sa’i setelah Thawaf Qudum tidak perlu melakukan Sa’i  setelah Thawaf Ifadah. Sesudah Tahallul Tsani seseorang baru boleh bersetubuh dengan isterinya.

    14.    Dam menurut bahasa artinya darah, sedangkan menurut istilah adalah : mengalirkan darah (menyembelih ternak yang sudah memenuhi syarat untuk berkorban yaitu Kambing, Unta atau Sapi di tanah Haram dalam rangka memenuhi ketentuan manasik Haji)

    15.    Nafar menurut bahasa artinya rombongan. Sedangkan menurut istilah adalah : keberangkatan jamaah Haji meninggalkan Mina pada hari – hari Tasyrik.

    Nafar terbagi dua bagian :
    a.    Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah Haji meninggalkan Mina lebih awal, paling lambat sebelum terbenam matahari tanggal 12 Dzul Hijjah dan setelah melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqobah.
    b.    Nafar Tsani adalah keberangkatan jamaah Haji meninggalkan Mina pada tanggal 13 Dzul Hijjah setelah melontar 3 Jumrah tersebut.

    16.    Hari Tarwiyah yaitu : hari tanggal 8 Dzul Hijjah. Dinamakan hari Tarwiyah (pembekalan) karena jamaah Haji pada Zaman Rosulullah mulai mengisi perbekalan air di Mina untuk perjalanan ke Arafah.

    17.    Hari Arafah yaitu : hari tanggal 9 Dzul Hijjah. Dinamakan hari Arafah karena semua jamaah Haji harus berada di padang Arafah untuk Wukuf.

    18.    Hari Nahr yaitu : hari tanggal 10 Zul Hijjah. Dinamakan hari Nahr (penyembelihan) karena pada hari itu dilaksanakannya pemyembelihan dam dan Qurban.

    19.    Hari tasyrik  yaitu : hari tanggal 11,12,13 Dzull Hijjah. Pada hari – hari itu Jamaah haji berada di Mina untuk melontar Jumrah dan Mabit.

    20.    Shalat Qashar dan Jama’

    a.    Shalat Qashar. Qashar artinya memendekkan Shalat yang 4 rekaat menjadi 2 rekaat (Dhuhur, Ashar dan Isya) ketentuan ini hanya diperbolehkan untuk keadaan tertentu saja.
    b.    Shalat Jama‘. Jama’ artinya mengumpulkan Shalat, yaitu mengumpulkan 2 Shalat Wajib yang dikerjakan dalam satu waktu yang sama. Shalat yang dapat dijama’ yaitu Shalat Maghrib dengan Isya, Dhuhur dengan Ashar.
    Shalat Jama’ Qoshor adalah 2 shalat fardu dikerjakan bersama dengan memendekkan reka’at – reka’atnya menjadi dua reka’at (Dhuhur, Ashar dan Isya) dan Shalat Jama’ Qoshor dapat saja menjadi Taqdim atau Ta’khir.

    21.    Shalat jenazah adalah : Shalat yang dikerjakan untuk Jenazah orang Islam. Shalat jenazah merupakan salah satu fardlu kifayah yang hampir selalu dilaksanakan setiap usai Shalat berjamaah, baik di Masjid Nabawi atau Masjid Haram

    Shalat Jenazah terdiri dari empat takbir, yaitu :
    a.    Takbiratul Ikhrom dengan niat dalam hati menshalatkan Jenazah. Selesai Takbir kemudian membaca Al – Fatihah
    b.    Takbir kedua

    Setelah itu membaca Sholawat pada Nabi Muhammad SAW.
    c.    Takbir ketiga

    Lalu membaca do’a bagi orang yang dishalati dan kaum muslimin yang telah wafat.
    d.    Takbir keempat

    Setelah takbir keempat boleh langsung salam, boleh juga membaca do’a pendek.
    Shalat jenazah diakhiri dengan membaca salam. Sunnah hukumnya untuk menyempurnakan salam sampai akhir, yaitu : Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.

    22.    Shalat Li Hurmatil Waqti
    Ketika kita akan melakukan Shalat Fardlu namun kita tidak menemukan alat bersuci (air / debu), maka kita melakukan Shalat Li Hurmati Waqti, seperti misalnya kita sedang berada di kapal terbang.
    Artinya jika melakukan Shalat tanpa bersuci (karena tidak ada alat bersuci) maka setelah kita sampai tujuan dan mendapatkan air atau debu, maka kita harus Shalat I’adah, yaitu mengulang Shalat yang kita lakukan tadi.

    23.    Intiqolul Madzhab / pindah Madzhab
    Artinya kita mengikuti Madzhab lain. Umpamanya kita menganut madzhab Syafi’i, kemudian kita pindah ke madzhab Maliki. Perihal pindah Madzhab ini ada Syarat – Syaratnya, antara lain harus satu qodliyah (masalah), misalnya dalam hal wudlu, jika kita pindah ke madzhab Maliki maka semua yang berkaitan dengan wudlu harus mengikuti madzhab Maliki, yaitu tentang Syarat, rukun dan yang membatalkan wudlu.

    Demikianlah sebagian kecil tentang istilah-istilah seputar ibadah haji dan umroh. Semoga bermanfaat.



    Incoming search terms:

    pengertian tahalul,PENGERTIAN TAHALLUL,tahallul,nafar tsani,nafar awal,rangkaian ibadah haji,arti tahallul,arti tahalul,pengertian wukuf,nafar awal dan nafar tsani,aktifitas haji hari arafah,Perbedaan nafar awal dan nafar tsani,nafar tsani adalah,istilah haji,doa tahalul,miqat zamani,pengertian nafar awal,nafar awal adalah,istilah dalam haji,tahallul awal dan tsani,pengertian haji menurut bahasa dan istilah,tempat untuk memulai niat mengerjakan haji disebut,Pengertian nafar awal dan nafar tsani,istilah dalam ibadah haji,pengertian tahallul awal,tahalul awal,tahalul tsani,Ibadah haji awalnya dimulai pada masa,nafar awal dalam ibadah haji,tahallul awal,tahallul tsani,Pengertian haji dan umrah menurut bahasa dan istilah,kabah baitullah continue reading
  • Haji Mabrur: Pengertian Haji Mabrur

    Haji MabrurHaji Mabrur, surga adalah imbalannya. Tentu semua orang mendambakan kenikmatan yang dijanjikan oleh-Nya. Sebaik-baik haji adalah haji mabrur. Lantas, apakah sebenarnya haji mabrur dan apa tanda-tandanya serta bagaimana mencapainya? Berikut ini ulasan singkat mengenai hal tersebut. Sebelumnya mohon maaf bila ada kekurangan dan kesalahan.

     

    Keutamaan di Balik Haji Mabrur

    Tidak seorangpun di antara kita yang tidak berkeinginan untuk berkunjung ke baitullah. Masing-masing jiwa yang mukmin sungguh sangat mendambakan untuk bisa memandang ka’bah di Mekkah Al Mukarromah. Setiap individu muslim pun ingin menggenapkan kemuslimannya yakni menunaikan rukun Islam yang terakhir. Saat impian itu menjadi nyata dan telah menuntaskan ibadah haji dengan segala manasiknya, idealnya setiap individu meningkat keimanan dan kemuslimannya sebagai pertanda bahwa ia mencapai derajat haji mabrur. Akan tetapi, pada kenyataannya, banyak yang seusai pergi haji yang kondisi iman dan islamnya tidak mengalami perubahan atau bahkan (na’udzubillah) kualitas iman dan islamnya lebih merosot dari sebelumnya. Yang terakhir ini bukan haji mabrur yang diperoleh melainkan haji mardud (tertolak).

    Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

    Dalam hadits Ibnu ‘Umar yang lainnya disebutkan,

    Adapun keluarmu dari rumah untuk berhaji ke Ka’bah maka setiap langkah hewan tungganganmu akan Allah catat sebagai satu kebaikan dan menghapus satu kesalahan. Sedangkan wukuf di Arafah maka pada saat itu Allah turun ke langit dunia lalu Allah bangga-banggakan orang-orang yang berwukuf di hadapan para malaikat.

    Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Mereka adalah hamba-hambaKu yang datang dalam keadaan kusut berdebu dari segala penjuru dunia. Mereka mengharap kasih sayangKu, merasa takut dengan siksaKu padahal mereka belum pernah melihatKu. Bagaimana andai mereka pernah melihatKu?!

    Andai engkau memiliki dosa sebanyak butir pasir di sebuah gundukan pasir atau sebanyak hari di dunia atau semisal tetes air hujan maka seluruhnya akan Allah bersihkan.

    Lempar jumrohmu merupakan simpanan pahala. Ketika engkau menggundul kepalamu maka setiap helai rambut yang jatuh bernilai satu kebaikan. Jika engkau thawaf, mengelilingi Ka’bah maka engkau terbebas dari dosa-dosamu sebagaimana ketika kau terlahir dari rahim ibumu” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Kabir no 1339o. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam Shahihul Jaami’ no. 1360).

     

    Haji Mabrur: Doa Minta Haji Mabrur

    doa haji mabrur

    Ya Allah, semoga Engkau berkenan menghadirkan kami ke Mekah, Arafah dan Madinah, dan berikanlah kami (pahala) haji mabrur, dan ridhailah kami, ampunilah kami, dan sayangilah kami. Engkaulah kekasih kami, maka tolonglah kami atas golongan orang yang kafir.

     

    Haji Mabrur, Jihad yang Paling Utama

    Mengenai haji mabrur, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,

    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

    Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

    Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)

    Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521).

    Ibnu Hajar Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Haji disebut jihad karena di dalam amalan tersebut terdapat mujahadah (jihad) terhadap jiwa.”[1]

    Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Haji dan umroh termasuk jihad. Karena dalam amalan tersebut seseorang berjihad dengan harta, jiwa dan badan. Sebagaimana Abusy Sya’tsa’ berkata, ‘Aku telah memperhatikan pada amalan-amalan kebaikan. Dalam shalat, terdapat jihad dengan badan, tidak dengan harta. Begitu halnya pula dengan puasa. Sedangkan dalam haji, terdapat jihad dengan harta dan badan. Ini menunjukkan bahwa amalan haji lebih afdhol’.”[2]

     

    Pengertian Haji Mabrur

    Ibnu Kholawaih mendefinikan haji mabrur sebagai berikut:  “Haji mabrur adalah haji yang maqbul (haji yang diterima).” Ulama yang lainnya mengatakan, “Haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri dengan dosa.” Pendapat ini dipilih oleh An Nawawi.[3]

    Para pakar fiqh mengatakan bahwa yang dimaksud haji mabrur adalah haji yang tidak dikotori dengan kemaksiatan pada saat melaksanakan rangkaian manasiknya. Sedangkan Al Faro’ berpendapat bahwa haji mabrur adalah jika sepulang haji tidak lagi hobi bermaksiat. Dua pendapat ini disebutkan oleh Ibnul ‘Arabi.

    Haji mabrur menurut Al Hasan Al Bashri rahimahullah, beliau mengatakan, “Haji mabrur adalah jika sepulang haji menjadi orang yang zuhud dengan dunia dan merindukan akherat.”

    Haji mabrur menurut Al Qurthubi rahimahullah, beliau menyimpulkan, “Haji mabrur adalah haji yang tidak dikotori oleh maksiat saat melaksanakan manasik dan tidak lagi gemar bermaksiat setelah pulang haji.”[4]

    An Nawawi rahimahullah berkata, “Pendapat yang paling kuat dan yang paling terkenal, haji mabrur adalah haji yang tidak ternodai oleh dosa, diambil dari kata-kata birr yang bermakna ketaatan. Ada juga yang berpendapat bahwa haji mabrur adalah haji yang diterima. Di antara tanda diterimanya haji seseorang adalah adanya perubahan menuju yang lebih baik setelah pulang dari pergi haji dan tidak membiasakan diri melakukan berbagai maksiat. Ada pula yang mengatakan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri unsur riya’. Ulama yang lain berpendapat bahwa haji mabrur adalah jika sepulang haji tidak lagi bermaksiat. Dua pendapat yang terakhir telah tercakup dalam pendapat-pendapat sebelumnya.”[5]

    Jika telah dipahami apa yang dimaksudkan dengan haji mabrur, maka orang yang berhasil menggapai predikat tersebut akan mendapatkan keutamaan sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.”[6]

    Di antara bukti dari haji mabrur adalah gemar berbuat baik terhadap sesama. Dari Jabir, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang haji yang mabrur. Jawaban beliau,

    “Suka bersedekah dengan bentuk memberi makan dan memiliki tutar kata yang baik” (HR. Hakim no. 1778. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ no. 2819).

    Demikianlah kriteria haji mabrur. Kriteria penting pada haji mabrur adalah haji tersebut dilakukan dengan ikhlas dan bukan atas dasar riya’, hanya ingin mencari pujian, seperti ingin disebut “Pak Haji”. Ketika melakukan haji pun menempuh jalan yang benar, bukan dengan berbuat curang atau menggunakan harta yang haram, dan ketika melakukan manasik haji pun harus menjauhi maksiat, ini juga termasuk kriteria mabrur. Begitu pula disebut mabrur adalah sesudah menunaikan haji tidak hobi lagi berbuat maksiat dan berusaha menjadi yang lebih baik. Sehingga menjadi tanda tanya besar jika seseorang selepas haji malah masih memelihara maksiat yang dulu sering ia lakukan, seperti seringnya bolong shalat lima waktu, masih senang mengisap rokok atau malah masih senang berkumpul untuk berjudi. Jika demikian keadaannya, maka sungguh sia-sia haji yang ia lakukan. Biaya puluhan juta dan tenaga yang terkuras selama haji, jadi sia-sia belaka.

    Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari-Nya. Oleh karenanya, senantiasalah memohon kepada Allah agar kita yang telah berhaji dimudahkan untuk meraih predikat haji mabrur. Yang tentu saja ini butuh usaha, dengan senantiasa memohon pertolongan Allah agar tetap taat dan menjauhi maksiat. Semoga Allah menganugerahi kita haji yang mabrur. Amin Yaa Mujibas Saailin.

    Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal


    [1] Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma’rifah, 1379, 3/382.

    [2] Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, 1428 H, hal. 403.

    [3] Lihat Fathul Bari, 3/382.

    [4] Lihat Tafsir Al Qurthubi, Muhammad bin Ahmad Al Anshori Al Qurthubi, Mawqi’ Ya’sub, 2/408.

    [5] Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya’ At Turots, 1392, 9/118-119.

    [6] Syarh Shahih Muslim, 9/119.

     

    Incoming search terms:

    pengertian haji mabrur,doa haji,doa haji mabrur arab,doa naik haji,doa naik haji mabrur,doa untuk haji mabrur,arti haji mabrur,doa menjadi haji mabrur,doa pulang haji,doa umrah mabrur,doa agar menjadi haji mabrur,doa mohon haji mabrur,doa berangkat haji,definisi haji mabrur,doa haji mabrur bahasa arab,doa ingin naik haji,makna haji mabrur,doa haji mabrur dan artinya,doa untuk haji,doa sesudah pulang haji,doa pulang umroh,doa menjadi haji yang mabrur,Haji mabrur artinya,doa semoga menjadi haji mabrur,haji mabrur menurut para ulama,Tanda haji mabrur,doa pulang haji untuk tamu,doahaji,doa berhaji,pengertian haji yang mabrur,pengertian haji mabrur dan mardud,doa pergi haji,doa pulang dari umroh continue reading
  • LARANGAN DALAM IHRAM | Hal-hal yang dilarang ketika Ihram

    Ada beberapa hal yang dilarang ketika sedang Ihram, antara lain :

    1.    Bagi setiap laki-laki tidak boleh memakai pakaian yang ada jahitannya.

    larangan dalam ihramIbnu Umar r.a. berkata seorang sahabat telah bertanya (kepada Nabi Saw.), ”Wahai utusan Allah, pakaian apa yang boleh dikenakan bagi orang yang berihram?” Jawab beliau, ”Tidak boleh mengenakan baju, sorban, celana topi dan khuf  (sarung kaki yang terbuat dari kulit), kecuali seseorang yang tidak mendapatkan sandal, maka pakailah khuf, namun hendaklah ia memotongnya dari bawah dua mata kakinya; dan janganlah kamu mengenakan pakaian yang dicelup dengan pewarna atau warna merah.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari III:401 no:1542, Muslim II:834 no:1177, ’Aunul Ma’bud V:269 no:1806, dan Nasa’i V:129).
    Dan diberi keringanan bagi orang yang tidak memiliki kecuali celana panjang dan khuf agar mengenakan keduanya tanpa harus memotong. Ini didasarkan pada hadits dari Ibnu Abbas r.a. bertutur, saya pernah mendengar Nabi saw. berkhutbah di ’Arafah, ”Barangsiapa yang tidak mendapatkan sandal, maka pakailah khuf; dan barangsiapa yang tidak mendapatkan kain panjang maka pakailah celana [beliau mengucapkan hal ini untuk orang yang berihram].”
    (Bukhari wa Muslim: Fathul Bari IV:57 no:1841, Nasa’i V:132, Muslim II:835 no:1178, Tirmidzi II:165 no:835, dan ‘Aunul Ma’bud V:275 no:1812).

    2.    Bagi setiap laki – laki tidak boleh memakai sepatu yang sampai menutupi mata kakinya.

    3.    Bagi setiap laki-laki tidak boleh menutupi kepala baik sebagian ataupun seluruhnya.

    Hal ini mengacu kepada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a., ”Tidak boleh memakai baju dan tidak (pula) sorban.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no:1012).

    Namun boleh berteduh di bawah kemah dan semisalnya, karena dalam hadits riwayat Jabir ra yang telah dimuat dalam beberapa halaman sebelumnya bahwa Nabi saw.  menyuruh (seorang sahabat) menyediakan kemah, lalu dipasanglah kemah untuk beliau di Namirah, kemudian beliau singgah di dalamnya).

    4.    Bagi setiap wanita tidak boleh menutup wajahnya.

    Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Nabi Muhammad bersabda, ”Janganlah seorang perempuan yang berihram mengenakan cadar dan jangan (pula) menggunakan kaos tangan.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no:1022, Fathul Bari IV:52 no:1838, ’Aunul Ma’bud V:271 no:1808, Nasa’i V:133, dan Tirmidzi II:164 no:834).

    Namun boleh bagi perempuan menutup wajahnya bila ada sejumlah laki-laki yang lewat di dekatnya.

    Dari Hisyam bin ‘Urwah dari Fathimah binti al-Mundzir bahwa ia pernah bertutur, “Kami pernah menutup wajah kami sewaktu kami berihram, dan kami bersama Asma’ binti Abu Bakar Ash-Shiddiq.” (Shahih: Urwa-ul Ghalil no:1023, Muwattha’ Imam Malik hal.224 no:724, dan Mustadrak Hakim I:454).

    5.    Bagi setiap wanita tidak boleh memakai kaos tangan.
    6.    Bagi setiap wanita tidak boleh membuka tutup kepala baik sebagian atau seluruhnya.
    7.    Memakai wewangian
    berdasarkan hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a., “Dan, janganlah kamu mengenakan pakaian yang dicelup dengan ra’faran (kumkuka) atau dengan waras (sebangsa celupan berwarna merah).” (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari III:401 no: 1542, Muslim II:834 no: 117, ‘Aunul Ma’bud V:269 no:1806, dan Nasa’i V:129)

    Dan, sabda Rasulullah saw. tentang seorang yang berihram yang terlempar dari atas untanya hingga wafat, ”Janganlah kalian memulurinya (dengan balsam) agar tetap awet dan jangan (pula) menutup kepalanya; karena sesungguhnya dia akan dibangkitkan pada hari kiamat (kelak) dalam keadaan membaca talbiyah.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari III:135 no:265, Muslim II:865 no:1206, ’Aunul Ma’bud IX:63 no:3222-3223, dan Nasa’i V:196).

    8.    Memotong kuku dan rambut / bulu badan.
    Allah SWT berfirman, “…Dan janganlah kamu mencukur rambutmu, sebelum binatang hadyu sampai di lokasi penyembelihannya….” (Al-Baqarah:196).

    Di samping itu, para ‘ulama sepakat atas haramnya memotong kuku bagi orang yang sedang berihram. (al-Ijma’ oleh Ibnul Mundzir hal. 57).

    Boleh saja menghilangkan rambut bagi orang yang merasa terganggu dengan adanya rambut tersebut, namun ia harus membayar fidyah, Allah SWT menegaskan, “… Jika ada diantar kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya bayar fidyah, yaitu berpuasa atau berhadaqah atau berkorban….” (Al-Baqarah:196).

    Dari Ka’ab bin ’Ujrah r.a. bahwa Nabi saw. melewatinya ketika ia berada di daerah Hudaibiyah sebelum masuk Mekkah dan ia sedang berihram ketika menyalakan api di bawah kualinya, sementara kutunya berkeliaran di wajahnya, lalu beliau bertanya, ”Apakah kutumu ini mengganggumu?” Jawabnya, ”Ya, (menggangu),” Sabda beliau (lagi), ”Maka cukurlah rambutmu dan berilah makan tiga sha’ makanan (yang dibagi bagi) antara enam orang miskin, atau berpuasalah tiga hari atau berkurban seekor binatang kurban!” (Muttafaqun ’alaih: Muslim II”861 no:83 dan 1201 dan lafadz ini baginya, Fathul Bari IV:12 no:1814 ’Aunul Ma’bud V:309 no:1739, Nasa’i V:194, Tirmidzi II:214 no:960 dan Ibnu Majah II:1028 no:3079).

    9.    Membunuh atau memburu binatang darat.

    Allah SWT berfirman, “Dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram.” (Al-Ma-idah:96).

    Di samping itu, ada sabda Nabi saw, yaitu tatkala beliau ditanya oleh para sahabat yang sedang berihram perihal seekor keledai betina yang ditangkap dan disembelih oleh Ibu Qatadah yang tidak ikut berihram. Maka jawab beliau, “Adakah seorang di antara kamu sekalian yang menyuruh dia (Abu Qatadah) agar menangkapnya, atau memberi isyarat ke tempat binatang itu?” Maka jawab mereka, “Tidak ada.” Sabda beliau (lagi), “Maka makanlah!” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari V:28 no:1824, Muslim II:853 no:60 dan 1196, Nasa’i V:186 sema’na).

    10.    Memotong atau mencabut tanaman di tanah Haram.
    11.    Nikah atau menikahkan.

    Berdasarkan hadits Utsman dari Usman r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, ”Orang yang berihram tidak boleh menikahi, tidak boleh dinikahi, dan tidak boleh melamar.” (Shahih: Mukhtashar Muslim no:814, Muslim II:1030 no:1409, ’Aunul Ma’bud V:296 no:1825, Tirmidzi II:167 no:842, dan Nasa’i V:192).

    12.    Bercumbu rayu dan bersetubuh.
    13.    Mencaci-maki atau mengucapkan kata-kata kotor.

    Incoming search terms:

    larangan ihram,ihram,larangan haji,larangan dalam ihram,larangan dalam ibadah haji,LARANGAN DALAM HAJI,larangan ketika ihram,larangan umroh,Larangan ketika sedang ihram untuk ibadah haji,rukun ihram,yang diharamkan dalam ihram,5 larangan ketika sedang ihram untuk ibadah haji,larangan ihram bagi laki laki,yang dilarang saat ihram,hal yang diharamkan dalam ihram,hal hal yang dilarang dalam ihram,larangan ihram haji,lima larangan ketika sedang ihram untuk ibadah haji,Hal-hal yang diharamkan dalam ihram,larangan ibadah haji,larangan dalam umrah,hal yang dilarang saat ihram,hal hal yang diharamkan dalam ihram,larangan dalam umroh,5 larangan ketika sedang ihram,hal yang dilaraNg dalam haji,larangan orang dalam ihram,jelaskan larangan ihram bagi wanita,sebutkan beberapa hal yang dilarang saat melakukan umrah,hal yg dilarang ketika berpakaian ihram,larangan dalam ihram bagi laki-laki,larangan ihram bagi laki laki dan perempuan,larangan bagi jamaah haji laki laki continue reading
  • Sunnah Haji dan Umrah

    Sunnah ibadah Haji dan umrah

    SUNNAH HAJI DAN UMRAH

     

    I.     Sunnah Haji dan Umrah Secara Umum :

    1. Melaksanakan Haji Ifrad
    2. Memperbanyak membaca Talbiyah
    3. Thawaf Qudum (bagi yang melak-sanakan Haji Ifrad )
    4. Shalat sunnah Thawaf
    5. Mandi : ada berapa macam, diantaranya : mandi Ihram, mandi masuk tanah haram (Makkah dan Madinah), mandi Wukuf, serta mandi Mabit di Muzdalifah.
    6. Berpakaian Ihram dengan kain putih
    7. Minum air Zamzam

     

    II     Sunnah Haji dan Umrah Secara Rinci :

    a. Perkara yang disunnahkan saat Ihram

    1. Bersuci ( mandi dan wudlu )
    2. Memakai wangi – wangian
    3. Shalat sunnah Ihram dan berdo’a
    4. Menghadap Kiblat ketika akan memulai Ihram
    5. Mengucapkan Niat dengan lisan serta berdo’a setelahnya
    6. Memperbanyak bacaan Talbiyah dan Shalawat

    Sunnah Haji dan Umrah

    b. Perkara yang disunnahkan saat Thawaf

    1. Thawaf dengan berjalan kaki
    2. Memulai Thawaf dengan posisi menghadap Kiblat
    3. Mengusap Hajar Aswad, atau kalau tidak memungkinkan cukup isyarat dengan melambaikan tangan lalu dikecup
    4. Membaca do’a – do’a ma’tsur
    5. Berlari – lari kecil pada tiga putaran pertama
    6. Mengusap Rukun  Yamani / isyarah tanpa dikecup
    7. Berdo’a di Multazam
    8. Shalat sunnah Thawaf di belakang Maqam Ibrahim
    9. Shalat sunnah Mutlaq di Hijir Ismail
    10. Minum air Zamzam
    11. Muwalah ( nuli – nuli )







    c. Perkara yang disunnahkan  saat Sa’i

    1. Suci dari hadats
    2. Masuk dari pintu Shafa (Babus Shafa)
    3. Naik sampai bukit Shafa dan Marwah (bagi jama’ah laki – laki)
    4. Menghadap Ka’bah setiap memulai perjalanan
    5. Berlari-lari kecil antara dua Pilar Hijau
    6. Berdo’a dengan do’a – do’a ma’tsur
    7. Muwalah ( nuli – nuli )

    d. Perkara yang disunnahkan  saat Wuquf

    1. Suci dari najis dan hadats (mandi dan wudlu)
    2. Mendengarkan Khutbah
    3. Menghadap Kiblat (Ka’bah)
    4. Melaksanakan Wuquf sampai setelah matahari terbenam
    5. Memperbanyak amalan – amalan sunnah, seperti Dzikir, membaca Al – Qur’an, membaca Shalawat, berdo’a, bertaubat dan lain – lainnya.
    6. Khusyu’ hatinya.
    7. Menjaga lisan untuk tidak mengucapkan hal – hal yang tidak berguna apalagi berkata kotor.

     

    e. Perkara yang disunnahkan saat Mabit di Muzdalifah

    1. Shalat jamak ta’khir (Maghrib & Isya’)
    2. Mengambil batu kerikil untuk melempar Jumrah.
    3. Membaca Takbir dan Talbiyah.
    4. Berdo’a di Masy’aril Haram.

     

    f. Perkara yang disunnahkan saat melempar Jumrah

    1. Melempar Jumrah Aqobah setelah terbit matahari tanggal 10 Dzul Hijjah.
    2. Melempar Jumrah pada tanggal 11 Dzul Hijjah setelah Zawal (setelah matahari condong ke barat).
    3. Bagi laki – laki yang melempar Jumrah sunnah mengangkat tangan kanan sampai kelihatan ketiaknya.
    4. Batu yang digunakan melempar Jumrah berukuran sedang (Hashal Qodfi ).
    5. Pada tanggal 10 Dzul Hijjah melakukan hal – hal sebagai berikut :
      • Melontar Jumrah Aqobah.
      • Menyembelih qurban dan dam
      • Memotong rambut (Tahallul Awal).
      • Melakukan Thawaf Ifadloh.
      • Mandi setiap akan melempar Jumrah.
      • Membaca takbir ketika akan melempar Jumrah .
      • Berdo’a setiap selesai 7 kali lemparan pada Jumrah Ula dan Wustho.




    Incoming search terms:

    doa haji mabrur,sunnah haji,sunnah haji dan umrah,sunah haji,sunnah haji dan umroh,sunnah umrah,sunah haji dan umrah,Sunah umrah,sunah umroh,sunah haji dan umroh,pengertian sunnah haji,pengertian sunah haji,3 macam sunnah dalam mengerjakan haji,3 macam sunah dalam mengerjakan haji,sunnah ibadah haji,Sunah-sunah umrah,sebutkan 3 macam sunah dalam mengerjakan haji,GAMBAR IBADAH HAJI,sebutkan sunah haji,sunah-sunah haji,sebutkan 3 macam sunnah dalam mengerjakan haji,sunnah sunnah haji,sunah sunah umrah,sunah sunah haji,umroh sunnah,sunat haji,jenis amalan dalam ibadah haji,umrah sunnah,sunah ibadah haji,sunah dalam mengerjakan haji,Macam-macam sunnah dalam mengerjakan haji,talbiyah,sunnah sunnah ibadah haji continue reading
  • Perbedaan Ibadah Haji dan Ibadah Umrah

    perbedaan ibadah haji dan umrah

    Apa Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah?

     

    Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah dari Segi Waktu Pelaksanaan

    Haji dan umrah adalah ibadah yang, menurut kaca mata orang awam Indonesia, sama; “pergi ke Mekkah”. Namun, sejatinya keduanya memiliki perbedaan penting. Haji, sering disebut sebagai haji besar, hanya sah bila bila dilaksanakan pada musim haji/bulan haji (baca PENGERTIAN HAJI / DEFINISI HAJI). Sedangkan umrah, kapanpun anda ingin pergi beribadah umrah maka itu bisa dan sah dilaksanakan. Artinya, Ibadah umrah dapat ditunaikan setiap waktu.
     

    Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah dari Segi Tata Cara Pelaksanaan (Manasik)

    Dalam prakteknya, orang yang menjalankan urutan-urutan ibadah haji berarti ia sudah melakukan praktek umrah. Karena umrah ‘hanya’ terdiri: niat, thawaf dan sa’i, memotong rambut/tahallul (baca: PENGERTIAN UMRAH | Definisi Umrah). Sedangkan haji, meliputi semua tata cara umrah ditambah dengan (dan inilah perbedaan mendasarnya) wuquf di ‘Arafah, menginap di Muzdalifah dan di Mina, serta melempar jumroh.

     

    Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah dari Segi Hukum

    Status “WAJIB” telah menjadi ketetapan hukum haji. Di kalangan ulama’ tidak ada perbedaan dan perselisihan dalam hal wajibnya menuaikan ibadah haji bagi orang yang mampu. Sedangkan mengenai wajibnya umrah (bagi yang mampu melaksanakannya), para ulama berbeda pendapat; sebagian mengatakan wajib, dan sebagian yang lain mengatakan tidak wajib.

    ============================

     

    Incoming search terms:

    ibadah haji,beda haji dan umroh,perbedaan haji dengan umrah,ibadah umroh,beda umroh dan haji,perbedaan umrah dan haji,perbedaan ibadah haji dan umrah,perbedaan umroh dan naik haji,beda haji dan umrah,perbedaan haji dengan umroh,beda umroh dan naik haji,perbedaan antara haji dan umrah,apa perbedaan haji dan umroh,bedanya haji dan umroh,persamaan dan perbedaan haji dan umrah,perbedaan antara haji dan umroh,beda umrah dan haji,perbedaan naik haji dan umroh,ibadah umrah,persamaan haji dan umroh,perbedaan umroh dengan haji,ibadah haji dan umroh,perbedaan rukun haji dan umrah,apa bedanya haji dan umroh,bedanya umroh dan haji,umrah adalah,persamaan dan perbedaan haji dan umroh,perbedaan ibadah haji dan ibadah umrah,apa perbedaan haji dan umrah,Perbedaan ibadah haji dan ibadah umroh,perbedaan dan persamaan haji dan umroh,urutan ibadah haji,perbedaan dan persamaan haji dan umrah continue reading
  • PENGERTIAN UMRAH | Definisi Umrah

    pengertian umrah

     

    PENGERTIAN UMRAH

     

    I. PENGERTIAN UMRAH / DEFINISI UMRAH

    Umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan Thawaf, Sa’i dan Tahallul dalam waktu yang tidak ditentukan, untuk mencari keridhaan Allah SWT.
    Umrah diwajibkan pada kaum muslimin – muslimat sekali seumur hidup bagi yang sudah mampu, sebagaimana Haji.

     

    II. SYARAT, RUKUN DAN WAJIB UMRAH

     

    a. Syarat Umrah

    1. Islam
    2. Baligh
    3. Berakal Sehat
    4. Merdeka
    5. Mampu

    b. Rukun Umrah

    1. Ihram
    2. Thawaf
    3. Sa’i
    4. Tahallul
    5. Tertib

    c. Wajib Umrah

    Wajib Umrah hanya satu yaitu Ihram dari Miqat.







    Incoming search terms:

    pengertian haji,pengertian umrah,arti umroh,materi haji,haji dan umroh,definisi umrah,haji dan umrah,UMRAH,DEFINISI UMROH,makna umroh,materi haji dan umrah,makalah umroh,pengertian ibadah haji dan umroh,pengertian umroh dan haji,definisi haji dan umroh,pengertian umrah dan haji,UMROH,ARTI UMRAH,penjelasan tentang haji,penjelasan umroh,PENGERTIAN ibadah haji dan umrah,makalah pengertian haji dan umroh,makna umrah,makalah umrah,makna ibadah umroh,pengertian ibadah umrah,apa arti umroh,maksud umrah,makalah tentang umrah,arti dari umroh,makalah tentang umroh,pengertian ibadah umroh,umroh dan haji continue reading
Cara Mendapatkan Uang dari YouTube
Cara Mendapatkan Uang dari Internet