Tag "perjalanan haji dan umroh"

  • Proses Perjalanan Haji dan Umrah

    Proses Perjalanan Haji dan Umrah berikut ini merupakan hasil copas dari Rangkaian Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah yang ditulis oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) MULTAZAM KABUPATEN MADIUN

     

    BAB I

    CALON JAMAAH HAJI DI DAERAH ASAL

     Hal – hal yang perlu dipersiapkan dari rumah

    1.      Menanyakan segala sesuatu yang belum jelas ke Departemen Agama secara langsung atau lewat telepon

    2.      Menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup

    3.      Menyiapkan keperluan sehari – hari seperti : pakaian, baju Ihrom, sandal jepit ( minimal 3 pasang ), kantung sandal, gunting kecil, buku do’a, sabuk (bagi laki-laki), paku cor, palu   (satu regu cukup satu), tempat plastik, cepit jemuran, peniti, kaca mata hitam. Bila masih memungkinkan bawa seprei engkel sarung bantal, penebak kecil, payung lipat warna warni yang menyolok, tas kresek, kantong plastik ukuran 1 Kg.

    4.      Menulis identitas diri pada semua tas, seprti : Nama dan Alamat lengkap, No Telpon, Nomor Paspor dan nomor (kloter, rombongan dan regu).

    5.      Menyediakan uang saku secukupnya.

    6.      Membawa obat-obatan bila mempunyai penyakit tertentu, seperti : minyak kayu putih, obat maag, dan sebagainya.

    7.      Bawa pas foto yang masih ada.

    8.      Syukuran jangan sampai melelahkan saat pemberangkatan jamaah Haji.

    9.      Siapkan betul-betul kebutuhan Haji jangan ada sampai yang tertinggal seperti: Jaket, kamera, peci/songkok, jamu, unag saku dan lain – lain.

     

    Isi koper dan Tas Tentengan

    1.      Isi Koper besar antara lain:

    • Sebagian besar pakaian
    • Bahan makan di Saudi (yang kering-kering )
    • Payung sprei engkel.
    • Kain Ihrom bagi jamaah gelombang I.
    • Sandal – sandal
    • Dan lain-lain yang perlu.

    2.      Isi Tas Tentengan Meliputi.

    • Handuk, sabun, odol, sikat gigi.
    • Sebagian baju.
    • Baju seragam.
    • Surat – surat penting.
    • Kain Ihrom bagi jamaah gelombang II.
    • Sandal (satu stel saja).
    • Obat-obatan.
    • Dan lain-lain yang perlu.

     

    Keberangkatan Ke Asrama Haji Surabaya

    1.      Berangkat menuju Pendopo Kabupaten Madiun sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah ditetapkan.

    2.      Memakai baju/seragam tertentu sesuai yang disepakati.

    3.      Sholat Safar di rumah dan berdo’a.

    4.      Upacara pelepasan dan penjelasan-penjelasan dari instansi yang terkait.

    5.      Naik kendaraan secara berombongan ke Surabaya.

    6.      Jangan lupa membawa SPMA (Surat Pangilan Masuk Asrama) dan bukti setor an ke bank (yang bermaterai)

    7.      Mohon diingat-ingat berapa potong barang bawaan.

     

    BAB II

    DI ASRAMA HAJI EMBARKASI

    SURABAYA

     Kedatangan Calon Jamaah Haji di Asrama Haji Surabaya.

    1.      Calon jamaah Haji menyerahkan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) dan lembar biru pelunasan BPIH dan buku kesehatan secara kolektif.

    2.      Masuk Asrama sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan terima di gedung penerimaan. Jamaah diberi label Asrama Haji label harus selalu dipakai.

    3.      Jmaah diterima petugas diberi nomor kamar dan diperiksa kehamilan.

    4.      Apabila diketahui ada kehamilan, maka akan  dibatalkan pemberangkatannya.

    5.      Barang bawaan tas besar diperiksa Bea Cukai langsung dibawa ke gudang bandara adapun tas kecil masih bisa dibawa ke kamar Asrama (ingatlah bagi jamaah gelombang II kain Ihrom harus dibawa ke kamar Asrama)

    6.      Tas tentengan berisi barang keperluan sehari – hari seperti sabun, handuk, sikat gigi, sandal, pakaian ganti dan sebagainya dibawa ke kamar.

    7.      Calon jamaah Haji langsung mencari gedung atau kamarnya, bisa bertannya kepada yang ada.

    8.      Abat yang diminta dibawa dimintakan surat kepada TKHI agar tidak dirampas di Arab Saudi.

     

    Kegiatan di Asrama Haji Sebelum Diterbangkan Menuju Bandara Juanda Surabaya

    Istirahat di kamar sambil menunggu pengumuman dari Panitia untuk :

    1.   Pemantapan tugas Karu Karom (ketua Regu dan Ketua Rombongan).

    2.   Ketua Regu mengambil gelang bersama ketua Rombongan dan segera dibagi kepada semua jamaah (ketua regu dan ketua rombongan diberi uang jasa oleh Panitia)

    3.   Kalau waktu masih memungkinkan dihimbau untuk mengikuti jamaah Sholat Subuh, Kuliah Subuh dan Praktek Manasik Haji, tapi bila pesawat berangkat pagi maka Sholat Subuh di kamar masing-masing.

     

    Fasilitas yang disediakan di Asramah Haji untuk

    Para calon Jamaah Haji

    1.      Makan gratis 3 kali sehari, pagi (06.00 – 07.00 WIB) : siang ( 12.00 – 13.00 WIB ) malam (18.00 – 19.00 WIB). Jam makan akan diumumkan.

    2.      Penukaran uang real atau dollar pada bank yang membuka counter di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, (sebaiknya tukar Dollar saja)

    3.      Juga disediakan tempat konsultasi Haji bagi para jamaah yang menginginkan penjelasan tentang ibadah Haji

    4.      Diasrama ada kantin makan, tetapi jaga perut agar tidak menganggu pemberangkatan penerbangan.

    5.      Bila perlu alat kebutuhan semisal sisir, odol atau sarung, handuk, makanan tambahan, cukup beli di toko Asrama Haji.

     

    Menjelang Keberangkatan Calon Jamaah Haji ke Bandahara Juanda Surabaya dan diterbangkan menuju king Abdul Aziz Jeddah bagi gelombang II dan ke bandara Madinah bagi gelombang I .

    1.      Empat jam sebelum keberangkatan calon jamaah Haji menuju Bandara Juanda, dianjurkan agar jamaah berkemas – kemas. Barang bawaan jangan sampai ada yang tertinggal. Kemudian jamaah berjalan menuju Aula Bir Ali. Bagi Jamaah gelombang II munkin harus siap kain Ihrom.

    2.      Diteras aula jamaah Haji diminta Label Asramahnya.

    3.      Di Aula bawah tas tentengan dan barang yang lain diletakkan disitu dan diingat – ingat tempatnya. Lalu calon jamaah naik ke Aula Bir Ali (Aula atas) untuk menerima paspor, living cost dan penempelan boarding pass.

    4.      Setelah acara di Aula Bir Ali selesai, Jamaah sudah menerima paspor, living cost dan boarding pass lalu turun ke aula bawah. Jangan lupa menghitung living cost dihadapan panitia atau karu karom, kemudian menyimpang uang tersebut. Di Aula bawah ada pemeriksaan ulang (Ingat jangan bawa minyak gas, bensin dan barang yang mudah terbakar)

    5.      Setelah barang diperiksa ualang terus menuju bus yang telah disediakan setelah naik bus lalu diberangkatkan ke lapangan terbang Juanda.

    6.      Bagi jamaah Haji gelombang II pakaian Ihrom agar dimasukan dalam tas tentengan untuk memudahkan saat ganti pakaian Ihrom di bandara jeddah guna melakukan umroh wajib atau sudah berkain Ihrom dari Asrama.

    7.      Di pesawat jamaah menyiapkan pospor untuk diserahkan kepada petugas kloter dan akan dirobek lembar ” D ”

    8.      Selama dalam penerbangan makanan dan minuman disediakan secara gratis, jamaah diharap tetap tenang perbanyak membaca sholawat dan berdzikir.

     

    BAB III

    KEDATANGAN DI MADINAH BAGI GELOMBANG I

    DAN DI JEDDAH BAGI GELOMBANG II

     Di Bandara Madinah / Jeddah.

    1.      Keluar dari pesawat melalui Balai Gajah menuju Gate (ruang penerimaan). Jangan panik dan kaget masuk diruangan AC banyak petugas dari Arab Saudi, tetapi juga ada Petugas kita yaitu Yansus (Pelayanan Khusus)

    2.      Petugas dari Arab Saudi (Yunasco) membaur menjadi satu dengan Yansus, calon jamaah Haji diarahkan untuk duduk, pria dan wanita dipisah tempatnya, tetapi terbuka. Biasanya di tempat (ruang) bersama ini mendapatkan penjelasan dari petugas kita di bandara (Yansus)

    3.      Di ruang kedua para jamaah diharap duduk berderetuntuk antri satu persatu yang dipandu Petugas Imigrasi Arab Saudi untuk diperiksa paspornya. Tempatnya masih terpisah antara pria dan wanita.

    4.      Pemeriksaan khusus diruang kedua tertutup oleh Petugas Muassasah, pria dan wanita masih terpisah yang pria akan diperiksa oleh petugas pria dan sebaliknya wanita juga Petugas wanita. Karena itu tas berisi barang berharga / uang agar dibawa sendiri.

    5.      Masuk ke ruang ketiga, para calon jamaah Haji dikumpulkan menjadi satu pria dan wanita. Barang bawaan masuk dirangan lewat X-ray, para jamaah memilih barang bawaan sendiri – sendiri dan dibuka  kuncinya dan akan diperiksa oleh petugas Bea Cukai Arab yang berseragam jubah ( gamis )

    6.      Dalam pemeriksaan ini jamaah harus membuka semua tas / kopor. Barang yang dilarang tidak akan lolos. Perlu diingat jangan membawa baju, jaket atau alat yang lain berbau militer, karena akan menyulitkan.

    7.      Setelah pemeriksaan barang selesai, maka paspor , tas tentengan ataupun yang dibawa akan ditempeli stiker kecil sebesar perangko. Dipintu keluar ada yang memeriksa barang tersebut sudah ada stikernya atau belum.

    8.      Para jamaah membawa barang bawaan sendiri – sendiri. Mulai dari sini para jamaah sibuk bekerja untuk dirinya masing – masing, karena itu dianjurkan jangan terlalu berat bawaannya karena akan meyulitkan.

    9.      Para jamaah diharapkan meyesuaikan diri dengan keadaan dan suhu  udara di Arab Saudi. Perbanyak minum dan makan buah buahan.

    10.  Petugas musiman dari Indonesia sudah menjemput kita di luar dan diarahkan ke tempat khusus jamaah dari Indonesia. Barang bawaan sudah ada yang mengangkat dari kuli – kuli Arab dengan mengunakan kereta dorong yang besar.

    11.  Petugas TPHI ( ketua Kloter ) melaporkan diri ke sektor Bandara tentang keadaan jamaah dan semua jamaah istirahat sementara lalu mempersiapkan diri ke Mekkah untuk gelombang II.

    12.  Bagi jamaah haji gelombang II yang berpendapat bahwa Miqotnya di Jeddah akan berangkat ke Mekkah dengan mengadakan persiapan : mandi, wudlu, berpakaian Ihrom, Sholat Sunnah Ihrom dan niat Umroh. Selama dalam perjalanan ke Mekkah disunnahkan membaca Talbiyah.

     

    Perjalanan dari Bandara Madinah

    1.      Perjalanan dari bandara Madinag selama kurang lebih 1/2 jam. Dalam perjalanan jamaah disarankan memperbanyak dzikir.

    2.      Turun dari bis hendaknya berombongan agar tidak bingung.

    3.      Para jamaah dimohon untuk selalu bekerja sama untuk mengikuti petunjuk Petugas yang ditentukan.

    4.      Segera melaporkan kepada Petugas  apabila ada kesulitan, misal : kehilangan barang, dsb.

    5.      Jangan turun dari bus sebelum ada perintah.

    6.      Biasanya akan dapat kartu pondokan bila sudah masuk kamar (dibagikan oleh karu/karom)

    7.      Awasi barang – barang yang diturunkan dari bis terutama segera dicari kopernya sendiri agar tidak salah angkut ke lantai yang paling tinggi.

     

    Penempatan di Madinah

    Penempatan di Madinah bagi gelombang I dilaksanakan sebelum Haji dan gelombang II dilaksanakan sesudah Haji. Hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain :

    1.        Jangan turun dari bis sebelum ada ada pengumuman dari petugas.

    2.        Mendengarkan penjelasan dari Petugas tentang pembagian kamar.

    3.        Barang – barang akan diturunkan dari atas bis oleh kuli angkut dan dibawa ke tempat penginapan ( awasi kopernya sendiri )

    4.        Masing – masing membawa barang – barangnya ke kamar.

    5.        Jika terjadi peristiwa kehilangan atau sakit sebaiknya dilaporkan ke Petugas (Ketua Rombongan)

    6.        Istirahat dalam kamar sambil menunggu ke Masjid.

    7.        Kenali lokasi penginapan anda dengan melihat petunjuk yang telah tersedia untuk menghindari salah alamat / kesasar.

    8.        Terimalah pembagian kamar apa adanya, sebab ini bagian ujian kesabaran bagi janaah Haji.

    9.        Sebaiknya apabila ke masjid atau kemana saja berangkat secara rombongan 3 – 4 orang.

    10.    Menjaga kesehatan dan menghindari panas, kalau dapat pakai kacamata hitam.

    11.    Setelah satu hari berada di Madinah, jamaah dapat berziarah ke makam Rosululloh SAW, Sayidina Abu Bakar RA, Sayidina Umar, Raudhah ( Dalam Masjid Nabawi ) dan ke pekuburan Baqi’. Ziarah di pandu oleh Muzawir dari Majmu’ah / Muassasah

    12.    Salah satu hari jamaah dibawa berziarah ke Masjid Quba’, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain dan Masjid Tujuh / Khandaq. Kendaraan disediakan oleh Majmu’ah / Muassasah gratis. Tanyakan waktunya kepada karu

    13.    Ingat dan kenali rombongan dan bus yang anda tumpangi

     

    Keberangkatan

    1.      Setelah di Madinah tujuh hari harus siap – siap Umroh ke Mekkah mengemasi barang – barang dan menyiapkan kain Ihrom yang akan dipakai serta menghafalkan larangan – larangan Ihrom.

    2.      Berangkat menuju Mekkah sesuai dengan tanggal dan waktu sesuai dengan rombongan masing – masing.

    3.      Melaporkan kepada Petugas sekiranya ada teman yang sakit.

    4.      Sehari sebelumnya barang – barang dan tas sudah dirapikan, kecuali baju Ihrom.

    5.      Sebelum meninggalkan Kota Madinah melaksanakan ziarah Wada’ ke makam Rasululloh SAW.

    6.      Mandi sunah Ihrom dan memakai pakaian Ihrom di tempat penginapan.

    7.      Naik bis sesuai dengan rombongan yang  telah ditetapkan, bis akan berhenti di Bir Ali mengambil Miqot dan Niat serta menunaikan Sholat Sunnah Ihrom. Jika mengambil Haji Ifrad hendaklah niat Ihrom Haji, jika Haji Tamattu’ niat Ihrom Umroh.

    8.      Saat turun di Bir Ali perhatikan dengan baik tempat parkir bis kita dan jangan turun sendirian.

    9.      Di Masjid Bir Ali wudhu bersama, sholat bersama jangan pisah dengan teman.

    10.  Bagi jamaah gelombang I yang telah selesai melaksanakan ibadah Haji mengadakan persiapan berangkat ke Jeddah. Rapikan barang untuk dibawa pulang.

     

    BAB IV

    DI MAKKAH

     Penempatan di Makkah

    Penempatan dilaksanakan bagi gelombang I sesudah ziarah di Madinah dan gelombang II sebelum ziarah di Madinah.

    1.      Jangan turun dari bus sebelum ada pengumuman dan menerima kartu Hotel.

    2.      Mendengarkan penjelasan dari petugas tentang pembagian kamar.

    3.      Barang – barang akan diturunkan dari atau bus oleh kuli angkut dan dibawa ke tempat penginapan (awasi koper masing-masing)

    4.      Tas kecil dibawa sendiri oleh jamaah, barang atau tas besar akan dibawakan oleh pekerja Hotel / Maktab ke kamar masing – masing.

    5.      Istirahat dulu di kamar dan sambil mengunggu pengumuman untuk melaksanakan Thowaf di Masjidil Haram, pakaian Ihrom tetap dipakai serta larangan Ihrom tetap di ingat – ingat. Terimalah bagian kamar dengan dengan sabar tawakkal  pasa Allah.

    6.      Sebelum berangkat ke Masjidil Haram Jamaah hendaknya berwudlu terlebih dahulu.

    7.      Berkumpul di depan penginapan atau  Hotel untuk bersama – sama berangkat ke – Masjidil  Haram.

    8.      Jika melaksanakan Haji Ifrod, maka Thowafnya Qudum (selamat datang) dan boleh melaksanakan Sa’I Haji tanpa Tahalul.

    9.      Jika melaksanakan Haji Tamattu’ , maka melaksanakan rukun Umroh, Thowaf, Sa’I dan Tahalul (bercukur/gunting rambut).

    10.  Apabila pada saat thowaf atau Sa’I jemaah pecah belah, upayakan kita jangan pecah dengan kelompok kecil kita. Sepakati bersama dimana kita janjian ketemu ( misalnya dipintu sumur Zamzam ) apabila saat Thowaf kita terpaksa pisah dengan rombongan. Begitu pula bersepakat dimana kumpul setelah Sa’I untuk gunting rambut dan pulang bersama-sama di pemondokan.

    11.  Bercukur jangan sembarangan pinjam gunting (bawa sendiri).

    12.  Kantong sandal dapat dibawa ke Masjid asal tidak najis.

    13.  Sebelum Wukuf, sebaiknya hari-hari sebelum berziarah ke Mina dan Arafah untuk melihat-lihat dan belajar mempraktekkan cara – cara melontar Jumraoh maksudnya mengenali medan Wukuf.

     

    Pelaksanaan Ibadah Haji di

    Arafah Tanggal 8 Dzulhijjah

    1.      Sebelum berangkat ke Arafah sebaiknya menyiapkan makanan, minuman, buah secukupnya tapi jangan banyak – banyak.

    2.      Membawa barang sesuai dengan kebutuhan : Sajadah Tasbih, Buku Do’a dan Obat seperlunya, sabun sikat gigi, tikar lipat, garam, sambel pecel, pisau kecil, senter baterai.

    3.      Tanggal 8 Dzulhijjjah sore berangkat ke Arafah dengan berpakaian Ihrom.

    4.      Di dalam tenda jamaah disarankan untuk membaca Dzikir bertalbiyah, bertakbir, bertasbih, membaca Qur’an dan membaca kalimat Thoyibah dsb, terutama bertaubat mohon ampunan kepada Alloh, jangan lupa anda masih pakai kain Ihrom, jaga diri, Ibu – ibu jangan buka baju sambil kipas – kipas badan karena kegerahan berarti membuka kain Ihrom.

    5.      Makanan dan minuman disediakan pihak Maktab (selama berada di Arafah dan Mina) tanpa bayar lagi.

    6.      Mendengarkan khutbah Arafah sebelum waktu Wukuf.

    7.      Waktu Wukuf bermula dari tergelincirnya matahari sampai terbenamnya matahari banyak Do’a terkabul saat itu.

    8.      Sebaiknya tetap berada di kemah dan menjauhkan diri dari sengatan / panas.

    9.      Jangan berjalan – jalan di luar kemah dan sebaiknya tidak pergi ke Jabal Rahmah.

    10.  Jangan melanggar larangan Ihrom.

    11.  Gunakan air sehemat mungkin.

    12.  Sore hari atau sesudah maghrib mendengarkan penjelasan untuk pergi ke Muzdalifah dan Mina, dan barang – barang segera dirapikan. ( keberangkatan biasanya setelah Sholat Isya’ 9 Dzulhijjah ).

    13.  Jamaah dimohon untuk sabar, karena bus mengalami kemacetan dan bus mengangkut 2 sampai tiga rit.

    14.  Naik bus dengan tenang, berkumpul sesuai dengan rombongan masing – masing. Jangan naik bus rombongan lain sebab menyusahkan ketua regu yang merasa kehilangan Anggota.

    15.  Jumlah bus separo dari bus Mekkah Madinah. Bus ke Arafah dan ke Mina hanya disediakan sedikit untuk menghindari kemacetan yang sangat berat.

    16.  Perbanyak minum di dalam bus.

     

    Di Muzdalifah

    1.      Apabila sampai di Muzdalifah, sopir diingatkan untuk berhenti dan menunggu sampai pukul 24.00 waktu setempat, lewat tengah malam

    2.      Turun dari bus ( jangan jauh – jauh dari bus ) untuk mengambil kerikil sampai 70 buah (sunahnya hanya 7 buah) dengan membawa kantong dan senter. Bagi pria segera cari tempat untuk buang air kecil.

    3.      Kembali ke dalam bus dan pastikan jumlahnya cukup sebelum berangkat ke Mina.

    4.      Mabit di Muzdalifah walau hanya sesaat, setelah tengah malam10 Dzulhijjah sudah cukup.

    5.      Selama dalam perjalanan menuju Mina jamaah terus menerus bertakbir dan talbiyah.

     

    Di Mina 10 Dzulhijjah

    1.      Setelah sampai di Mina masuk ke kemah masing – masng. Segera ke kamar mandi bila perlu.

    2.      Makanan dan minuman dibagikan oleh petugas.

    3.      Mendengarkan penjelasan untuk melontar jumroh Aqobah.

    4.      Pergi melontar jumroh dengan rombongan masing – masing dibatu oleh petugas ( masih berkain Ihrom )

    5.      Berkumpul ke tempat semula setelah selesai melontar ( tempat janjian kumpul )

    6.      Bercukur atau mengunting setelah melontar jumroh Aqobah ( Tahalul Awal )

    7.      Kembali ke kemah masing-masing dan beristirahat (kain Ihrom sudah bisa dilepas )

    8.      Menyempurnakan lontaran ke tiga – tiga Jumroh pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah, disampaing itu wajib bermalam di Mina.

    9.      Bersiap – siap untuk kembali ke Makkah pada tanggal 13 Dzullhijjah apabila Nafartsani, tanggal 12 Dzulhijjah apabila Nafar awal.

     

    Kembali ke Mekkah

    Setelah dari Mina ke Pemondokan

    1.        Selesaikan Thowaf Ifadhah dan Sa’i.

    2.        Sempurnakan rukun Haji, Thowaf dan Sa’I sebelum berangkat ke Jeddah, bagi gelombang I dan ke Madinah bagi gelombang II.

    3.        Tanya TPIHI apa ibadah anda sudah sempurna.

     

     BAB V

    PERSIAPAN MENINGGALKAN MAKKAH

     Hal – hal yang di larang diwaktu Ihrom Haji atau Umroh, beserta sanksi bagi yang melanggar.

    1.      Rapikan semua barang – barang anda untuk di bawa pulang.

    2.      Pastikan semua rukun Hajian Umroh telah dikerjakan dengan sempurna.

    3.      Melakukan howaf Wada’ dengan rombongan masing – masing sebelum ke Jeddah.

    4.      Bagi jamaah Haji gelombang II persiapan berangkat ke Madinah.

    Pelanggaran dan Sanksinya

    1.      Memakai pakaian berjahit melingkat.

    -    Denda dengan menyembelih kambing

    2.      Menutup kepala bagi pria, menutup muka bagi wanita.

    -     Denda seekar kambing, selain Imam Syafi’I dan Imam Ahmad tersebut bila lupa, terpaksa tidak membayar denda.

    3.      Mencabut rambut rambut dari badan dengan cara apa saja.

    -     Denda seekor kambing bila rambut yang dicabut lebih dari 12 helai. Apabila kurang dari jumlah itu dendanya fidyah satu mud beras.

    4.       Memotong kuku

    -     Datu kuku dendanya satu mud, dua kuku dua mud, lebih dari dua kuku dendanya menyembelih satu ekor kambing.

    5.      Memakai wangi – wangian Mutlak

    -     menyembelih satu ekor kambing.

    6.      Mengganggu hewan dengan cara apa saja.

    -     menyembelih hewan yang setara atau diganti makanan yang seharga dengan hewan tersebut, diberikan kepada yang berhak menerima satu orang enam ons, atau puasa satu hari untuk orang miskin.

    7.      Memotong tumbuhan tanah Haram

    -     Menyembelih hewan Qur’ban menurut besar kecinya pohon yang dipotong.

    8.      Bersetubuh dengan Istri.

    -     Rusak Hajinya. Menurut Imam Syafi’I tidak rusak Hajinya apabila lupa atau dipaksa.

     

     

    BAB VI

     PEMULANGAN

     Kesempatan Transit di Madinatul Hujjaj bagi Gelombang I

    Bagi jamaah yang akan pulang ke Indonesia akan disinggahkan ke Madinatul Hijjaj  Jeddah lebih kurang 24 jam. Saat itu dapat dimanfaatkan untuk ziaran ke laut merah makam Siti Hawa dan beli oleh – oleh perhiasan di pasar Balad atau supermarket corners membeli VCD, parfum asli perancis atau perhiasan, carter mobil untuk 6 orang masing – masing 15  real.

    Madinatul Hujjah ( Jeddah )

    1.      Dari Makkah menuju Jeddah ( Madinatul Hujjaj ) bagi gelombang I dan bagi gelombang II dari Madinah menuju tanah Air.

    2.      Di Jeddah istirahat di Asrama Haji Madinatul Hujjaj untuk transit memperoleh  jadwal pemberangkatan ke bandara King Abdul Aziz.

    3.      Cari keterangan koper di angkut ke bandara.

    4.      Rekreatasi ke Balad ( pusat pertokoan ), pantai laut merah ( setelah tahu kapan pemberangkatan ke bandara ).

    5.      Proses Ticketing dan menerima lembar paspor.

    -           Tim pemulangan akan memproses ke petugas Saudi Arabia  Airlines Hujjaj ( proses Ticketing  Boarding pass dan manifes 22 jam sebelumnya )

    6.      Proses penimbangan barang, bagi barangnya yang lebih dapat dikirim melalui cargo, Al Munif, Amir cargo ( yang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia )

    7.      Selama di Madinah Hujjaj mendapat fasilitas makan gratis untuk itu kartu jangan sampai hilang.

     

    Di Bandara saat Pemulangan

    1.      Telepon ke Keluarga di Indonesia jam berapa diperkirakan tiba di Indonesia ( bila munkin )

    2.      Duduk sabar menunggu masuk ke pintu penerimaan atau Gate Pemberangkatan.

    3.      Tas besar mesuk bagasi tas kecil di tenteng masuk pesawat, bila ada ketentuan lain segera tanyakan kepada petugas karu / Karom.

    4.      Masuk pesawat tidak usah berebut.

    Di Pesawat

    1.      Menyiapkan paspor untuk diserahkan kepada Petugas Kloter yang selanjutnya akan di robek lembar K.

    2.      Sholat Safar atau berdo’a yang lain sambil mengistirahatkan badan, sebab nanti di Tanah Air sibuk dengan tamu.

    3.      Makanan gratis dibagikan pramugrari.

     

    Di Bandara Juanda Surabaya

    1.      Setelah pesawat mendarat dan parkir di Afron Juanda Surabaya, Jamaah supaya tidak tergesa – gesa turun pesawat, tetap di tempat duduk sambil menunggu pemeriksaan dari 2petugas imigrasi.

    2.      Selanjutnya turun dengan tertib barang – barang jangan tertinggal di pesawat sambil membawa barang tentengan menuju bus penjemput, jamaah siap berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya ( membutuhkan waktu + 45 menit )

    Di Asrama Haji Debarkasi Surabaya.

    1.      Setelah Jamaah Haji, turun dari Bus dan masuk ke gedung penerimaan I / II, selanjutnya menempati tempat duduk yang telah disediakan dengan tertib.

    2.      Segera cari kamar mandi untuk cuci muka atau Sholat, ganti baju, Dll.

    3.      Sambil menunggu barang – barang bawaan jamaah yang diturunkan dari pesawat dan dibawa kontainer sudah tiba, jamaah mengumpulkan paspor dan buku kesehatan kepada petugas yang berada di meja depan.

    4.      Jamaah dipanggil satu persatu urut sesuai Manifes maju kedepan untuk menerima paspor dan buku kesehatan, selanjutnya jamaah masuk ke dalam gudang untuk mencari barang – barang bawaannya.

    5.      Teliti hati – hati jangan sampai keliru dengan barang bawaan jamaah lain.

    6.      Setelah mendapatkan seluruh barang bawaan, selanjutnya diperiksa kepada petugas Bea dan Cukai yang ada di dalam gudang.

    7.      Untuk mengankut barang bawaan dari gudang ke tempat penjemputan jamaah Haji bisa minta bantuan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut :

    • Khusus Jamaah NTB, ongkos angkut sudah di koordinir petugas Daerah.
    • Selain NTB barang bawaan dibawa lansung ke mobil penjemputan oleh penjual jasa dari Asrama Haji.

    8.      Hati – hati dengan kerumunan penjemput yang ada di luar, tidak mustahil ada penjahat yang menginginkan uang – dompet dan barang – barang anda dengan menyamar sebagai penjemput anda.

    9.      Naik bis bersama sama rombongan masing – masing menuju pendopo Kabupaten Madiun, tempat penjemputan oleh Pemerintah Kabupaten dan Sanak Keluarga.

    Demikian Proses Perjalanan Haji dan Umrah ini. Semoga Mabrur …. Amin.

    Incoming search terms:

    proses perjalanan haji,kbih multazam,kbih multazam yogyakarta,multazam yogyakarta,rangkaian ibadah haji dan umrah,rangkaian perjalanan ibadah haji,proses perjalanan haji dan umrah,kbih multazam medan,proses perjalanan umroh,bimbingan haji multazam yogyakarta,proses perjalanan haji dan umroh,proses umroh,contoh barang yang harus dibawa calon jamaah haji wanita,URUT-URUTAN IBADAH UMROH,alamat daftar haji beda dengan alamat paspor,perjalanan haji tamattu dari kota asal,artikel perjalanan haji,multazam jogja,manasik haji armina,multazam haji dan umrah,PENGERTIAN MAJMUAH,proses haji dan umrah,kbih multazam cilacap,hal hal yang harus dipersiapkan sebelum berangkat haji dan umroh,kbih al multazam sidoarjo,proses perjalanan ibadah haji,harga umrah kbih pesawat surabaya,prosuder umroh dicmekkah,rangkayan haji indonesia,mustazam travel haji sidoarjo biaya umroh,biro perjalanan umroh multazam yogyakarta,cara buka KBIH,proses perjalanan umrah continue reading